I LOVE THIS SONG “THE CALL- Regina Spector”

http://www.4shared.com/file/56260718/aacd4276/Regina_Spector_-_The_Call_-_OS.html?s=1

The Call-Regina Spector

It started out as a feeling
Which then grew into a hope
Which then turned into a quiet thought
Which then turned into a quiet word

And then that word grew louder and louder
‘Til it was a battle cry
I’ll come back
When you call me
No need to say goodbye

Just because everything’s changing
Doesn’t mean it’s never been this way before
All you can do is try to know who your friends are
As you head off to the war

Pick a star on the dark horizon
And follow the light
You’ll come back when it’s over
No need to say goodbye

You’ll come back when it’s over
No need to say goodbye

Now we’re back to the beginning
It’s just a feeling and no one knows yet
But just because they can’t feel it too
Doesn’t mean that you have to forget

Let your memories grow stronger and stronger
‘Til they’re before your eyes
You’ll come back
When they call you
No need to say goodbye

You’ll come back
When they call you
No need to say goodbye

DOKTER BALIK MODALNYA KAPAN?

Kata-kata balik modal itu mungkin akan terdengar pas di telinga kita jika yang bicara merupakan seorang pedagang atau pengusaha yang berhubungan dengan barang dagangan. dan kata-kata itu akan sangat pas sekali di dukung dengan adanya perhitungan ekonomis balik modal dapat dicapai dalam beberapa tahun, seingat saya pernah menghitungnya di pelajaran ekonomi sewaktu smp.

Apa yang terjadi bila seorang dokter yang memiliki anggapan “balik modal” di kepalanya. memang menjadi dokter sekarang ini tidak murah, apalagi seorang dokter gigi yang diwajibkan membeli peralatan-peralatan yang harganya tidak murah untuk keberlangsungan proses prakteknya, dan logis apabila di rumah orang tuanya sudah bertaruh semua yang mereka miliki untuk menyokong anaknya menjadi dokter, walau pada kenyataan sekarang justru banyak anak yang berada yang bisa menjadi dokter. namun persepsi balik modal itu melekat di kepala hampir sebagian besar dokter. Tentu hal ini memiliki dampak negatif, jelas sekali kita bisa lihat di masyarakat bagaimana ratio jumlah dokter di kota dan dokter yang mau berpraktek di daerah terpencil. dimana lagi jiwa seorang dokter yang  dulu kita lihat di film2 jaman dulu, mereka tinggal di daerah terpencil mengabdikan dirinya. berapa banyak jumlah dokter di indonesia yang mau membuka prakteknya di daerah yang tergolong terpencil apa lagi yang sangat terpencil dimana listrik dan air belum ada.

Tentu ada  yang salah pada bangsa kita, dimana letak kesalahannya itu, apakah karena doktrin yang salah, apakah karena biaya sekolah yang tidak murah, bayangkan saja apakah keluarga sederhana yang berpenghasilan 5 juta sebulan dengan 3 orang anak menyekolahkan anaknya di universitas X yang biaya masuknya bisa mencapai 90juta untuk menjasdi dokter dan dengan uang semester mencapai belasan juta. ini yang namanya negara merdeka, dimana pendidikan dokter sebegitu mahalnya. walaupun di universitas negeri masih ada juga yang menyediakan fasilitas Rp.O dari masuk hingga lulus untuk menjadi dokter, tapi ada berapa banyak yang seperti itu.

hati saya miris mendengar cerita dosen saya ketika ada anak yang kurang mampu mendapat  beasiswa hingga bebas biaya hingga lulus namun tetap pergi menghadap beliau dan berkata anaknya tidak mampu kuliah karena orang tuanya tidak mampu memberikan uang kos dan uang makan kepada anaknya tersebut. bayangkan jika anak itu koas nanti jika saja dia dokter gigi apakah dia mampu membayari pasien (tidak usah tutup mata terhadap fakta yang ada bahwa hidup koas jauh lebih keras secara mental maupun materi)

ada yang salah  dengan sistem di negeri kata, apa yang dapat kita lakukan hanya berkacamata kah, adakah yang  masih peduli terhadap sistem pendidikan ini, dimana si kaya bisa dengan mudah masuk universitas yang dia inginkan. apakah sekarang uang lebih berbicara daripada kemampuan seseorang….

hipersensitivitas dentin

I. PENDAHULUAN
I.1. KARIES
Karies gigi adalah sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi. Penyakit ini menyebabkan gigi berlubang. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan nyeri, penanggalan gigi, infeksi, berbagai kasus berbahaya, dan bahkan kematian. Penyebab utama karies adalah adanya proses demineralisasi pada email. Sisa makanan yang bergula (termasuk karbohidrat) atau susu yang menempel pada permukaan email akan bertumpuk menjadi plak dan menjadi media pertumbuhan yang baik bagi bakteri. Bakteri yang menempel pada permukaan bergula tersebut akan menghasilkan asam dan melarutkan permukaan email sehingga terjadi proses demineralisasi. Demineralisasi tersebut mengakibatkan proses awal karies pada email. Bila proses ini sudah terjadi maka terjadi progresivitas yang tidak bisa berhenti sendiri, kecuali dilakukan pembuangan (penambalan) pada permukaan gigi yang terkena karies oleh dokter gigi.
Macam-macam karies:
1. Karies Email.
Karies email adalah karies yang terjadi pada permukaan enamel gigi (lapisan terluar dan terkeras pada gigi), dan belum terasa sakit, hanya ada pewarnaan hitam atau coklat pada enamel. Setelah karies terbentuk proses demineralisasi berlanjut, email mulai pecah. Sekali permukaan email rusak gigi tidak dapat memperbaiki dirinya sendiri. Rencana perawatan karies:
Remineralisasi dengan pengulasan fluor.
Konsul diet dan factor risiko yang lain.
Aplikasi penutupan fisur.
Restorasi setelah ekkavasi lesi atau preparasi minimal.
2. Karies Dentin
Karies yang sudah mencapai bagian dentin atau bagian pertengahan antara permukaan gigi dan pulpa. Gigi biasanya terasa sakit apabila terkena rangsang dingin, makanan masam, dan manis. Karies sudah mencapai kedalaman dentin, dimana karies ini dapat menyebar dan mengikis dentin. Karies yang sudah mencapai bagian dentin (tulang gigi) atau bagian pertengahan antara permukaan gigi dan pulpa, gigi biasanya terasa sakit apabila terkena rangsangan dingin, makanan masam, dan manis. Jika pembusukan telah mencapai dentin, maka bagian gigi yang membusuk harus diangkat dan diganti dengan tambalan (restorasi). Biasanya penumpatan secara langsung masih bisa dilakukan dengan memberikan bahan pelapis sebelum diberikan bahan penumpat.
Dewasa ini telah banyak dikembangkan bahan tumpatan untuk memperbaiki gigi yang rusak. Salah satu bahan tumpatan tetap yang pada saat ini banyak digunakan oleh dokter gigi adalah semen glass ionomer. Bahan tumpatan yang memenuhi persyaratan estetika adalah yang sewarna atau hampir mendekati warna gigi, baik gigi anterior maupun posterior tanpa mengesampingkan faktor kekuatan, keawetan, dan biokompabilitas dari bahan tersebut (Nurdin, 2001).
Rencana perawatan karies email:
a) Pembuatan ragangan restorasi yang diinginkan.
b) Pertimbangan resistensi dan retensi.
c) Pembuangan karies dentin dan penempatan restorasi.
d) Penyingkiran karies dentin.
e) Menghaluskan bagian dalam kavitas.
f) Menghaluskan tepi preparasi.
3. Karies Pulpa
Karies pulpa adalah yang telah mendekati atau telah mencapai pulpa sehingga terjadi peradangan pada pulpa. Biasanya terasa sakit waktu makan dan sakit secara tiba-tiba tanpa rangsangan. Pada tahap ini, apabila tidak dirawat, maka gigi akan mati dan memerlukan perawatan yang lebih kompleks. Jika karies dibiarkan dan tidak dirawat maka akan mencapai pulpa gigi. Disinilah dimana syaraf gigi dan pembuluh darah dapat ditemukan. Pulpa akan terinfeksi. Abses atau fistula (jalan dari nanah) dapat terbentuk dalam jaringan ikat yang halus. Rencana perawatan dengan restorasi dengan preparasi minimal dan perawatan endodontik.
I.2. PULPITIS
Pulpitis atau inflamasi pulpa dapat akut atau kronis, sebagian atau seluruhnya, dan pulpa dapat terinfeksi atau steril. Keradangan pulpa dapat terjadi karena adanya jejas yang dapat menimbulkan iritasi pada jaringan pulpa. Jejas tersebut dapat berupa kuman beserta produknya yaitu toksin, dan dapat juga karena faktor fisik dan kimia (tanpa adanya kuman). Namun kebanyakan inflamasi pulpa disebabkan oleh kuman dan merupakan kelanjutan proses karies, dimana karies ini proses kerusakannya terhadap gigi dapat bersifat lokal dan agresif. Apabila lapisan luar gigi atau enamel tertutup oleh sisa makanan, dalam waktu yang lama maka hal ini merupakan media kuman sehingga terjadi kerusakan di daerah enamel yang nantinya akan terus berjalan mengenai dentin hingga ke pulpa.
Ada tiga bentuk pertahanan dalam menanggulangi proses karies yaitu:
1. Penurunan permebilitas dentin.
2. Pembentukan dentin reparatif.
3. Reaksi inflamasi secara respons immunologik.
Apabila pertahanan tersebut tidak dapat mengatasi, maka terjadilah radang pulpa yang disebut pulpitis. Radang adalah merupakan reaksi pertahanan tubuh dari pembuluh darah, syaraf dan cairan sel di jaringan yang mengalami trauma (anonim, 2009). Pulpitis secara klinis terdiri dari 2 macam kondisi berdasarkan tingkat pemulihan jaringan pulpa, yaitu reversibel dan ireversibel. Pulpitis reversibel merupakan pulpitis yang jaringan pulpanya masih dapat dipertahankan sedangkan pulpitis irreversible merupakan pulpitis yang sudah tidak dapat pulih kembali.
a) Pulpitis Reversibel
Pasien dapat menunjukan gigi yang sakit dengan tepat. Diagnosis dapat ditegaskan oleh pemeriksaan visual, taktil, termal, dan pemeriksaan radiograf. Pulpitis reversibel akut berhasil dirawat dengan prosedur paliatif yaitu aplikasi semen seng oksida eugenol sebagai tambalan sementara, rasa sakit akan hilat dalam beberapa hari. Bila sakit tetap bertahan atau menjadi lebih buruk, maka lebih baik pulpa diekstirpasi. Bila restorasi yang dibuat belum lama mempunyai titik kontak prematur, memperbaiki kontur yang tinggi ini biasanya akan meringankan rasa sakit dan memungkinkan pulpa sembuh kembali. Bila keadaan nyeri setelah preparasi kavitas atau pembersihan kavitas secara kimiawi atau ada kebocoran restorasi, maka restorasi harus dibongkar dan aplikasi semen seng oksida eugenol. Perawatan terbaik adalah pencegahan yaitu meletakkan bahan protektif pulpa dibawah restorasi, hindari kebocoran mikro, kurangi trauma oklusal bila ada, buat kontur yang baik pada restorasi dan hindari melakukan injuri pada pulpa dengan panas yang berlebihan sewaktu mempreparasi atau memoles restorasi amalgam.
b) Pulpitis Irreversibel
Definisi irreversibel adalah suatu kondisi inflamasi pulpa yang persisten, dapat simtomatik atau asimtomatik yang disebabkan oleh suatu stimulus/jejas, dimana pertahanan pulpa tidak dapat menanggulangi inflamasi yang terjadi dan pulpa tidak dapat kembali ke kondisi semula atau normal. Pulpitis irreversibel akut menunjukkan rasa sakit yang biasanya disebabkan oleh stimulus panas atau dingin, atau rasa sakit yang timbul secara spontan. Rasa sakit bertahan untuk beberapa menit sampai berjam-jam, dan tetap ada setelah stimulus/jejas termal dihilangkan. Pulpitis irreversibel kebanyakan disebabkan oleh kuman yang berasal dari karies, jadi sudah ada keterlibatan bakterial pulpa melalui karies, meskipun bisa juga disebabkan oleh faktor fisis, kimia, termal, dan mekanis. Pulpitis irreversibel bisa juga terjadi dimana merupakan kelanjutan dari pulpitis reversibel yang tidak dilakukan perawatan dengan baik.
Pada awal pemeriksaan klinik pulpitis irreversibel ditandai dengan suatu paroksisme (serangan hebat), rasa sakit dapat disebabkan oleh hal berikut: perubahan temperatur yang tiba-tiba, terutama dingin; bahan makanan manis ke dalam kavitas atau pengisapan yang dilakukan oleh lidah atau pipi; dan sikap berbaring yang menyebabkan bendungan pada pembuluh darah pulpa. Rasa sakit biasanya berlanjut jika penyebab telah dihilangkan, dan dapat datang dan pergi secara spontan, tanpa penyebab yang jelas. Rasa sakit seringkali dilukiskan oleh pasien sebagai menusuk, tajam atau menyentak-nyentak, dan umumnya adalah parah. Rasa sakit bisa sebentar-sebentar atau terus-menerus tergantung pada tingkat keterlibatan pulpa dan tergantung pada hubungannya dengan ada tidaknya suatu stimulus eksternal. Terkadang pasien juga merasakan rasa sakit yang menyebar ke gigi di dekatnya, ke pelipis atau ke telinga bila bawah belakang yang terkena.
Secara mikroskopis pulpa tidak perlu terbuka, tetapi pada umunya terdapat pembukaan sedikit, atau kalau tidak pulpa ditutup oleh suatu lapisan karies lunak seperti kulit. Bila tidak ada jalan keluar, baik karena masuknya makanan ke dalam pembukaan kecil pada dentin, rasa sakit dapat sangat hebat, dan biasanya tidak tertahankan walaupun dengan segala analgesik. Setelah pembukaan atau drainase pulpa, rasa sakit dapat menjadi ringan atau hilang sama sekali. Rasa sakit dapat kembali bila makanan masuk ke dalam kavitas atau masuk di bawah tumpatan yang bocor.
Pulpitis irreversible merupakan suatu infeksi jaringan pulpa yang merupakan proses lanjut dari karies yang bersifat kronis, oleh karena itu pada pemeriksaan histopatologi tampak adanya respon inflamasi kronis yang dominan. Selain itu terdapat daerah mikro abses dan daerah nekrotik serta mikroorganisme bersama-sama dengan limfosit, sel plasma, dan makrofage. pulpitis irefersibel umumnya disebabkan oleh mikroorganisme dan sistem pertahanan jaringan pulpa sudah tidak mampu mengatasinya, serta tidak dapat sembuh kembali. Rasa nyeri pulpitis irreversible dapat berupa nyeri spontan, nyeri berdenyut, menjalar, dan menyebabkan penerita tidak dapat tidur sehingga membuat kondisi menjadi lemah dan akan mengganggu aktifitas penderita. Cara praktis untuk mendiagnosa pulpitis irreversibel adalah:
Anamnesa: ditemukan rasa nyeri spontan yang berkepanjangan serta menyebar.
Gejala Subyektif: nyeri tajam (panas, dingin), spontan (tanpa ada rangsangan sakit), nyeri lama sampai berjam-jam.
Gejala Obyektif: karies profunda, kadang-kadang profunda perforasi, perkusi dan tekan kadang-kadang ada keluhan.
Tes vitalitas: peka pada uji vitalitas dengan dingin, sehingga keadaan gigi dinyatakan vital.
Macam Pulpitis irreversible berdasarkan lokasi nyeri terdiri dar 2 macam, yaitu pulpitis irreversibel terlokalisasi dan pulpitis irreversible tidak terlokalisi. Pulpitis irreversibli terlokalisasi lebih mudah dan cepat didiagnosis. Tanda dan gejala dari pulpitis irreversible terlokalisasi antara lain:
1. Nyeri yang terus menerus hingga beberapa sampai berjam-jam.
2. Nyeri berdenyut atau nyeri yang hebat hingga menganggu aktifitas pasien.
3. Nyeri spontan berlangsung sepanjang hari atau ketika malam.
4. Nyeri ketika makan makanan yang dingin maupun panas.
Perawatan Pulpitis Irreversible
Dalam melakukan perawatan pulpitis irreversible terlokalisasi agar perawataan yang dilakukan dapat akurat, ada dua faktor yang dapat mempengarui proses perawatan, antara lain:
1. Lokasi gigi yang pulpitis irreversible (anterior atau posterior).
2. Sensasi gigi saat dilakukan perkusi (sensitif atau nyeri).
Terapi: pulpektomi
Pulpektomi adalah pembuangan seluruh jaringan nekrotik pada ruang pulpa dan saluran akar diikuti pengisian saluran akar dengan bahan semen yang dapat diresorbsi. Perawatan terdiri dari pengambilan seluruh pulpa, atau pulpektomi, dan penumpatan suatu medikamen intrakanal sebagai desinfektan atau obtuden (meringankan rasa sakit) misalnya kresatin, eugenol, atau formokresol. Pada gigi posterior, dimana waktu merupakan suatu faktor, maka pengambilan pulpa koronal atau pulpektomi dan penempatan formokresol atau dressing yang serupa di atas pulpa radikuler harus dilakukan sebagai suatu prosedur darurat. Pengambilan secara bedah harus dipertimbangkan bila gigi tidak dapat direstorasi. Prognosa gigi adalah baik apabila pulpa diambil kemudian dilakukan terapi endodontik dan restorasi yang tepat.
I.3. PEMERIKSAAN
Pemeriksaan klinis merupakan tahapan yang penting dalam prosedur perawatan gigi. Dengan dilakukannya pemeriksaan klinis, dapat diketahui bentuk-bentuk yang tidak normal maupun kerusakan yang terjadi pada jaringan keras gigi, jaringan lunak, serta jaringan pendukung pada mulut seperti muskulus ataupun TMJ. Pemeriksaan klinis dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
1. Pemeriksaan ekstra oral.
Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan TMJ, sinus ekstraoral, pembengkakan pada wajah, kelenjar limfe, dan tampilan umum wajah pasien (Heasman, 2003).
2. Pemeriksaan intra oral.
Pemeriksaan ini dibagi lagi menjadi 2 tahapan, yaitu pemeriksaan jaringan keras dan jaringan lunak.
Pemeriksaan jaringan keras gigi
Gigi yang akan dilakukan perawatan harus diperiksa apakah terdapat karies, restorasi, diskolorisasi, pemeriksaan mahkota, fraktur, atrisi, abrasi, dan erosi (Heasman, 2003). Pemeriksaan pada jaringan keras pada umumnya dilakukan dengan bantuan sonde atau explorer, oleh karena itu biasa disebut dengan sondasi. Dengan bantuan sonde, kita dapat mengetahui adanya margin atau celah tepi pada restorasi, kedalaman karies, serta kedalaman pit dan fissure gigi (Stefanac, 2001).
Pemeriksaan jaringan lunak gigi (jaringan periodontal)
Mukosa oral dan gingiva diperiksa, apakah terdapat diskolorisasi, inflamasi, ataupun pembentukan sinus (Heasman, 2003). Selain dua pemeriksaan di atas, terdapat pemeriksaan-pemeriksaan tambahan yang akan membantu dalam menentukan diagnosis dan tindakan.
II. PEMBAHASAN
II.3. DIAGNOSIS DAN TREATMENT
ELEMEN GIGI DIAGNOSIS TREATMENT ALAT DAN BAHAN

6

Karies klas 6(MOD) pulpitis reversibel • Bongkar tumpatan
• Pembersihan kavitas (sterilisasi kavitas)

• Kaping pulpa
• Pembuatan tumpatan • Round diamond bur
• Round steel bur dan disterilisasi dengan klorhexidin dikloronat 2%
• Dengan hidroksida
• Resin komposit

5

Karies klas 2 (proksimal) • Pembersihan kavitas (sterilisasi kavitas)

• Pembuatan tumpatan • Round steel bur dan disterilisasi dengan klorhexidin dikloronat 2%
• Resin komposit

7

Karies klas 2 (proksimal) • Pembersihan kavitas (sterilisasi kavitas)

• Pembuatan tumpatan • Round steel bur dan disterilisasi dengan klorhexidin dikloronat 2%
• Resin komposit
A. Pemeriksaan subjektif :
1. Keluhan gigi belakang kiri atas ngilu bila minum / kumur air dingin.
2. Pernah ditambal, sering terselip makanan, lubang di sela-sela gigi.
3. Belum pernah sakit spontan.
4. Ingin ditambal sewarna gigi, tetapi tidak seperti tambalan sebelumnya.
B. Pemeriksaan objektif :
1. Gigi molar satu atas kiri terdapat kavitas di daerah mesial dan sebagian tumpatan yang telah hilang, dengan kedalaman dentin. Rangsangan taktil yang digoreskan pada dentin dengan alat sonde.
Sondasi (+) Palpasi (-)
Perkusi (-) CE (+)
2. Gigi premolar kiri atas terdapat kavitas pada sisi distal dengan kedalaman dentin.
3. Gigi molar 2 atas kiri terdapat kavitas di proksimla dengan kedalaman dentin.
Untuk kedua gigi tersebut sondasi, perkusi, palpasi (-), CE (+)
C. Inventarisasi Masalah :
- Kavitas di daerah gigi molar 1 kiri atas (gigi posterior) merupakan kavitas kelas II
- Tumpatan sebelumnya SIK
- Belum pernah sakit spontan menandakan tidak adanya lesi yang dalam, contoh pulpitis ireversibel
- Pernah ditambal dan terselip makanan sehingga ada lubang
• Tumpatan kelas II yang overhanging
• Tumpatan kelas II yang tidak bagus sehingga terjadi microleakage pada tumpatan
- Gigi molar 1, kedalaman dentin
Sondasi (+) : karies dentin
Perkusi (-) : tidak ada kelainan jaringan periodontal
Palpasi (-) : tidak ada peradangan periosteum
CE (+) : gigi vital

- Gigi premolar 2 dan molar 2
Sondasi (-) : karies enamel
Perkusi (-) : tidak ada kelainan jaringan periodontal
Palpasi (-) : tidak ada peradangan periosteum
CE (+) : gigi vital
A. Pemeriksaan Subyektif
Pemeriksaan subyektif diketahui bahwa gigi mengalami rasa “ngilu” saat terkena rangsang dingin dan belum pernah mengalami sakit spontan. Berdasarkan teori hidrodinamika dikemukakan bahwa rangsangan yang menyebabkan rasa sakit diteruskan ke pulpa dalam suatu mekanisme hidrodinamik yaitu pergerakan cairan secara cepat pada tubulus dentin. Gerakan cairan ini akan mengubah bentuk odontoblas atau prosesusnya sehingga menimbulkan rasa sakit (Markowit, 1990 sit. Prijantojo, 1996). Berkurangnya pergerakan cairan dalam tubulus dentin akan mengurangi rasa sakit yang akibat adanya rangsangan. (Berman, 1984 sit. Prijantojo, 1996). Pergerakan cairan di dalam tubulus mengaktifkan ujung-ujung saraf dan pergerakan cairan ini diawali secara mekanis oleh bebrapa hal diantaranya perubahan temperatur, dehidrasi dentin, atau pemakaian bahan-bahan kimiawi. Sensasi dingin menyebabkan cairan pada tubuli dentin bergerak lebih cepat daripada di dentin, menghasilkan pergerakan cairan ke arah luar. Suhu di luar dentin lebih rendah daripada di dalam dentin, sehingga menyebabkan tekanan di luar dentin lebih rendah di dalam dentin, sehingga cairan bergerak ke arah luar dentin. Gerakan cepat cairan yang melewati membran sel reseptor sensoris merusak membrane serta mengaktifkan reseptor. Semua sel saraf memiliki saluran membran yang bisa dilewati ion, dan aliran ini, jika cukup besar, dapat menstimulasi sel dan menyebabkan sel saraf mengirimkan impuls ke otak. Pada kasus seperti ini, serabut saraf pulpa diaktivasi oleh gaya hidrodinamik, tekanan akan ditransduksi dengan terbukanya saluran ion yang kemudian aliran ion sodium meningkat, sehingga menginisiasi generator potensial. (Cohen & Hargreaves, 2006) Kualitas ketajaman nyeri merupakan aktivitas dari serabut nosiseptor A-delta. (Hargreaves & Goodis, 2002)
Teori lain yang menyebutkan bahwa sensasi tersebut dipindahkan secara langsung melalui perluasan odontoblast. Daerah yang paling sensitif pada dentin adalah di pertautan dentin-email, menunjukkan bahwa jumlah reseptor sensoris yang terbanyak terjadi sebagai akibat dibatasi oleh email. ( Baum et al., 1994 )
Definisi dari vitalitas pulpa adalah kemampuan pulpa untuk menjaga suplai darah yang ada di dalam pulpa tersebut. Tetapi sangat disayangkan bahwa tes integritas dari suplai darah dalam pulpa yang sehat belum dapat dijelaskan secara pasti. Ini memungkinkan untuk menguji apakah ada suplai saraf yang cukup dengan stimulus termal dan elektrik. Jika terdapat respon yang positif terhadap stimulus, dapat diasumsikan bahwa suplai saraf dan suplai darah tercukupi. Pada keadaan sebaliknya, terjadi sejumlah kondisi dimana suplai saraf terdegenerasi tanpa kehilangan suplai darah. ( Kidd & Smith, 1990 )
Pulpa yang sehat, dengan proteksi normalnya dalam email, memiliki kemampuan untuk merubah temperature selama aplikasi substansi makanan dan minuman dalam mulut. Temperatur bervariasi antara 74o-32oF untuk dingin dan 118o-152oF untuk suhu panas. Aplikasi temperature di luar rentang ini akan menimbulkan kontraksi nyeri yang cepat dan tajam tiba-tiba hilang. Reaksi ini disebabkan karena transmisi dari sensasi ini melalui enamel ke fibril dentin dan ke sel odontoblas ke pusat akhiran saraf pulpa lalu ke reseptor pusat di otak. ( McGehee et al., 1956 )
B. Pemeriksaan Obyektif
Terdapat beberapa hal yang bisa dijelaskan melalui pemeriksaan obyektif yang dilakukan yaitu:
Aplikasi dingin dapat dilakukan dengan cara yang berbeda, salah satunya dengan menyemprotkan etil klorida atau meletakkan kapas yang dibasahi dengan etil klorida pada gigi yang dites. (Grossman et al., 1995) Pada skenario, tes CE menunjukkan hasil positif yang berarti pulpa masih vital.
Sondasi dengan sonde dapat menunjukkan karies yang luas atau sekunder , terbukanya pulpa, fraktur mahkota dan restorasi yang rusak. Pada beberapa keadaan (yakni karies besar di korona), sonde dapat memberikan bantuan yang memadai dalam menegakkan diagnosis. ( Walton & Torabinejad, 1998 ) Pada skenario, terdapat lesi karies yang dapat ditunjukkan dengan hasil positif dari tes sondasi.
Tes perkusi dilakukan dengan mengetukkan secara lembut mahkota dengan instrumen ringan, contohnya ujung kaca mulut.Mahkota terlebih dahulu diketuk pada arah lurus lalu miring pada bagian pemukaan bukal atau lingual. Hasil tes ini tidak berhubungan secara langsung dengan kondisi pulpa. Tes ini untuk mendeteksi adanya inflamasi jaringan periapikal. Jika terdapat inflamasi, gigi akan bereaksi seperti piston dalam soketnya. Jaringan periapikal dapat mengalami inflamasi sebagai hasil dari nekrosis pulpa atau trauma. ( Kidd & Smith, 1990 ) Pada skenario, tes perkusi menunjukkan hasil negatif. Hal ini berarti tidak terjadi inflamasi pada jaringan periapikal.
Palpasi menentukan seberapa jauh proses inflamasi telah meluas ke arah periapeks. Respon positif pada palpasi menandakan adanya inflamasi periradikuler. Palpasi dilakukan dengan menekan mukosa di atas apeks dengan cukup kuat. (Walton & Torabinejad, 1998) Palpasi pada mahkota gigi dapat menyatakan kehilangan atau perlunakan akar, yang memerlukan investigasi lebih lanjut. Jika terjadi inflamasi akut, akan terlihat halus dan lunak. Jika menjadi keras dan mudah dirasakan, maka terjadi gangguan kronis. ( McGehee et al., 1956 ) Pada skenario, tes palpasi menunjukkan hasil negatif yang berarti tidak terjadi inflamasi periradikuler.
Electric Pulp Tester digunakan untuk mengetahui apakah serabut saraf pada pulpa masih dapat berfungsi dengan baik atau tidak (Heasman, 2003). Pulp tester diletakkan dengan posisi alat dapat melewati dentin dan pulpa tanpa ada hambatan.Respon positif menandakan bahwa serabut saraf masih dapat memberikan respon yang baik terhadap impuls elektrik (Frank, 1983).
Hasil radiograf dapat memberikan gambaran tentang kondisi gigi secara menyeluruh, seperti kedalaman kavitas, fraktur akar, atau karies yang tidak dapat kita lihat secara langsung. Namun, hasil radiograf belum dapat menunjukkan gejala atau penampakan awal akan terjadinya pulpitis pada gigi (Heasman, 2003).
Test Cavity merupakan metode lain yang berfungsi untuk mengetahui sensitifitas pulpa. Tekniknya adalah dengan membuat sebuah lubang kecil pada gigi pasien yang tidak diberi anestesi. Apabila pulpa masih vital, maka pasien akan merasa nyeri saat mata bur mengenai lapisan DEJ (dentino enamel junction). Pulpa yang nekrosis atau inflamasi tidak akan memberi respon yang sesuai (Frank, 1983).
C. Diagnosis
Berdasarkan hasil pemeriksaan subyektif dan obyektif diperoleh hasil diagnosis bahwa terjadi karies sekunder yang terjadi di daerah mesial gigi molar 1 kiri atas. Lesi karies yang terjadi di daerah proksimal gigi premolar atau molar termasuk dalam klasifikasi Black kelas II. ( Barclay, 2003 ). Restorasi resin komposit untuk gigi posterior telah menjadi prosedur yang diterima dalam praktek kedokteran gigi modern. Restorasi komposit memiliki keberhasilan dan preparasi yang lebih konservatif. Namun, restorasi menggunakan komposit untuk gigi posterior kurang memuaskan, memiliki tingkat resistensi terhadap keausan yang rendah, microleakage, karies sekunder dan kontak proksimal yang tidak adekuat sering terjadi. Jika ikatan antara komposit dan gigi rendah, pengerutan memungkinkan terjadinya penetrasi bakteri dan karies berulang.
Menurut Fejerskov & Kidd (2008), karies sekunder biasanya terletak pada batas restorasi. Karies sekunder menunjukkan kerja plaque yang tidak terkontrol. Sekunder karies sering berlokasi pada batas gingiva restorasi kelas II-IV, dan jarang terjadi pada kelas I. Lesi karies harus direstorasi, dan lebih disukai dilakukan restorasi dengan teknik adhesif, karena memungkinkan untuk memelihara dan menguatkan bagian lemah dari gigi dengan restorasi bonding. Untuk dapat mencapai bonding yang bagus ke dentin, preparasi lebih jauh dari dentin bagian dalam, sebaiknya mempertimbangkan dentinoenamel junction. Meskipun tidak memerlukan pemindahan dentin yang terinfeksi, untuk menghentikan perkembangan lesi, dapat mengurangi sifat adhesif yang dapat membahayakan umur restorasi. Terutama ketika stress-bearing restoration yang lebih besar ditempatkan, adhesi optimal sangatlah penting, meskipun tidak ada bukti eksperimentalnya. Bagaimanapun, preparasi sentral dari karies dentin yang terpengaruh dan terdiskolorisasi pada pulpa harus dihindari untuk membatasi resiko kerusakan pulpa. Prosedur preparasi pada akhirnya diikuti dengan penyesuaian outline kavitas. Secara tradisional, garis tepi atau batas enamel dari preparasi komposit diselesaikan dengan bevel. Keuntungan bevel adalah dapat mengurangi microleakage dan mencegah frakturnya prisma email. ( Fejerskov & Kidd, 2008 )
D. Struktur Email dan Dentin
Sebelum melakukan restorasi perlu diketahui mikrostruktur email dan dentin untuk mendapatkan hasil restorasi yang baik. Email tersusun atas jutaan batang email / prisma email. Prisma email pada dasarnya berhubungan satu sama lain dan berjalan dari dentoenamel junction lalu keluar dalam pola radial (menjari). Pada daerah cusp enamel, prisma enamel tersusun tegak lurus terhadap dentoenamelo junction. ( Craig & Powers, 2002 ) Struktur dasar email adalah batang email yang bentuknya seperti jamur, dimulai pada pertautan dentin-email dan berakhir pada permukaan email. Bisanya email berawal pada sudut tegak lurus terhadap permukaan dentin dan mengikuti pola spiral menuju ke permukaan, berakhir pada sudut hampir tegak lurus terhadap permukaan. Menurut Baum et al. (1994), gambaran struktur email perlu dipahami sewaktu merencanakan preparasi kavitas karena ini memberikan pada operator pengetahuan dasar yang menyangkut kekuatan dan kelemahan permukaan email dan tepi-tepi email. Preparasi operatif harus dirancang sedemikian rupa sehingga mempertahankan email dan pada waktu yang sama menghasilkan stabilitas mekanis dan penyatuan biologis yang baik.
Dentin tersusun dalam bentuk tubulus yang didukung oleh anyaman serabut kolagen yang mengalami kalsifikasi. ( Baum et al., 1994 ). Menurut Craig & Powers (2002).Tubulus dentinalis merupakan saluran-saluran kecil yang memanjang ke keseluruhan lebar dentin, mulai dari dentinoenamel junction sampai ke pulpa. Baum et al. (1994) menambahkan jumlah tubulus per unit di dekat pulpa lebih banyak bila dibandingkan dengan yang terdapat pada pertautan email. Tubulus tersebut cenderung mengalami kalsifikasi, menghasilkan lumen yang lebih kecil.
E. Preparasi kelas II
Preparasi gigi kelas II dengan bahan komposit dapat dilakukan dengan desain konvensional atau desain modifikasi. Desain modifikasi digunakan untuk preparasi kecil, biasa menggunakan berlian atau bur kecil dan membentuk tepian membulat atau seperti kotak. Desain konvensional digunakan untuk restorasi komposit kelas II yang sedang hingga besar. Pada restorasi ini digunakan inverted cone diamond. Hasil preparasi dari desain seperti kotak ini, kedalaman pulpa dan axial seragam, preparasi dinding tegak lurus terhadap oklusal. Pada permukaan oklusal, instrumen (diamond / bur) digunakan secara paralel terhadap sumbu panjang mahkota gigi. Lantai pulpa dipreparasi hingga kedalaman 1,5 mm. Pada bagian proksimal operator memegang sepanjang dentinoenamelo junction (DEJ) dengan ujung instrumen memotong bagian dalam DEJ 0,2 mm. Hal ini dilakukan pada permukaan fasial, lingual, gingival. Pemotongan faciolingual mengikuti DEJ. Selama pemotongan, instrumen dipegang paralel terhadap sumbu panjang mahkota gigi. ( Roberson et all, 2006 )
Untuk kavitas kelas II dapat menggunakan komposit karena dengan bonding dapat membuat struktur gigi yang lemah menjadi kuat. Selain komposit, dapat digunakan amalgam tetapi amalgam sudah ditinggalkan karena adanya residu berbahaya yaitu merkuri, serta warna amlgam yang tidak sewarna gigi asli. ( Roberson et all, 2006 )
Setelah preparasi gigi tumpatan selesai, diperlukan penambalan retensi yang didapatkan dari groove, kunci, slot. Semua retensi harus diltakkan pada dentin. Pada beberapa kasus, bevel dapat diletakkan pada batas email. Dentin kemudian di etsa dan priming. Lalu penempatan adhesif dari komposit diisikan secara meningkat. Pertama, komposit ditempatkan pada ketinggian 1-2 mm ke dalam area gingiva pada daerah proksimal. Lalu mengkontur dan menyesuaikan oklusinya. ( Roberson et all, 2006 )
Pada restorasi kavitas kelas II diperlukan bonding dalam penumpatan menggunakan resin komposit. Pertama struktur gigi dipreparasi menggunakan bur atau instrument lain, komponen residu organic dan inorganic akan membentuk smear layer. Smear layer akan mengisi tubulus dentinalis dan membentuk smear plug, dan menurunkan permeabilitas dentin pada 86%. Untuk mendaptkan ikatan komposit dengan dentin yang kuat, dapat digunakan etsa. Untuk mengetsa digunakan asam fosforik sehingga serabut kolagen pada tubulus dentinalis terekspos, kemudian dibilas melalui tahap priming, dimana pada dentin ditambahkan larutan yang mengandung monomer hidrofilik dalam etanol, aseton, atau air. Kemudian ditempatkan komposit (unfilled/filled resin bonding agent) sehingga terbentuklah iktan dentin dan komposit yang kuat. Teknik ini disebut total etch technique. Teknik lain dapat berupa self-etch primer systems dan all-in-one-etch adhesive. ( Roberson et all,2006 )
Pada kasus ini, adanya kemungkinan terjadi microleakage. Microleakage ini dapat menjadi jalan masuk bagi bakteri dan dapat menyebabkan iritasi pulpa. Microleakage dapat disebabkan oleh restorasi adesif yang tidak terikat pada dentin dengan baik, smear layer sendiri dapat menyediakan jalan bagi microleakage melalui nanno-channels. Hal terbaik untuk mencegah adanya microleakage adalah ikatan resin terhadap preparasi dengan batas cavosurface pada email. Perlu diketahui pula, adanya gap antara resin dentin tidak semata-mata segera menyebabkan debonding restorasi. ( Roberson et all,2006 )
Kerusakan gigi yang berdekatan sering terjadi pada preparasi kelas II. Penempatan bevel dengan bur merupakan resiko tambahan untuk kerusakan permukaan gigi yang berdekatan. Untuk menghindari kerusakan gigi-gigi yang berekatan, matriks metal dapat ditempatkan untuk proteksi. Cara praktis dan dapat diprediksi untuk menghindari kerusakan gigi-gigi yang berdekatan ketika preparasi box-mode dibuat, adalah untuk menguntungkan jalan masuk ke lasi karies dari permukaan oklusal dengan bur memasuki bagian dalam marginal ridge. Lalu preparasi karies dentin dilakukan, sementara mempertahankan dinding email dapat tetap utuh dan menyediakan proteksi terhadap instrument putar. Sekali preparasi selesai, dinding kecil dan tipis email patah dengan instrument keras setelah outline diselesaikan menggunakan alat-alat preparasi sonic. Peralatan sonic memungkinkan dokter gigi untuk menjaga dari permukaan aproksimal yang berdekatan sehingga melindungi gigi-gigi yang berdekatan. ( Fejerskov & Kidd, 2008 )
Untuk menghasilkan restorasi kelas II yang baik perlu diperhatikan area kontak proksimal. Kualitas dari area kontak proksimal pada restorasi kelas II sangat dipengaruhi oleh tipe dari sistem matriks yang digunakan. Banyak teknik untuk memanipulasi material komposit untuk membentuk kontak dengan gigi yang lebih kuat. Salah satunya adalah teknik “for achieving broad”, kontak proksimal yang kuat dengan resin komposit di gigi posterior menggunakan komposit pre-polimerisasi di dalamnya. Pada kasus dengan karies di bagian mesial dan oklusal, preparasi gigi yang dilakukan, didesain untuk menerima bahan komposit, sehingga hanya dilakukan pada struktur gigi secukupnya dan membuang karies tanpa tambahan retentive feature. Setelah semua karies dihilangkan, a metal sectional matrix dan plastic wedge dimasukkan di bagian mesial untuk membentuk matriks proksimal kemudian bitine ring diaplikasikan. (Dunn, 2004)
F. Restorasi Sandwich
Resin komposit memiliki keterbatasan dalam merestorasi kavitas yang meluas ke dentin, karena dapat mengiritasi pulpa dan terbentuknya celah mikro . Untuk menutupi keterbatasan ini maka dipakailah semen ionomer kaca sebagai basis karena bahan tersebut memiliki biokompabilitas yang sangat baik antara struktur gigi dan semen. Berdasarkan kelebihan dan kelemahan resin komposit dan semen glass ionomer, dikembangkanlah suatu modifikasi tumpatan yang dikenal sebagai restorasi sandwich
Semen ionomer kaca memiliki kebaikan yang menguntungkan seperti daya adhesinya yang sangat baik. Resin komposit memiliki estetis yang memuaskan sehingga dikembangkan modifikasi tempatan yang menguntungkan, semen ionomer kaca sebagai basis untuk menutupi tepi kavitas dentin yang terbuka dan resin komposit sebagai tempatannya. Kemampuan membentuk pelekatan yang kuat dan lama pada dentin merupakan hal yang paling diharapkan pada restorasi resin. Resin komposit juga mempunyai warna tempatan yang sangat baik, sehingga dari segi estetis sangat memuaskan. Dari beberapa kelebihan tersbut, resin komposit juga mempunyai kekurangan yaitu bila tidak ada sisa email yang mendukung maka potensi untuk bocor sangat besar. Semen ionomer kaca memungkinkan untuk menutupi kekurangan dari resin komposit yaiut dari sifat adesi fisikokimia pada email dan dentin. Sifat adesi antara semen ionomer kaca dapat mengurangi kebocoran tepi. Keuntungan semen ionomer kaca yang lain adalah melepaskan flour yang memungkinkan untuk mencegah terjadinya sekunder karies, tidak hanya resin komposit, semen ionomer kaca juga memiliki kekurangan yaitu tidak dapat menerima tekanan kunyah yang besar, mudah abrasi, erosi, dan dari segi estetisnya tidak sempurna karena trans lusensinya lebih rendah dari resin komposit.
Tujuan dari restorasi sandwich adalah untuk mendapatkan fungsi estesis, pengunyahan, mencegah celah mikro serta menambah kekuatan gigi. Fungsi estetis didapat dari bahan resin komposit sebagai tempatan karena resin komposit memiliki trans lusensi yang lebih tinggi dibanding semen ionomer kaca. Resin komposit juga dapat menerima tekanan kunyah yang besar. Untuk mencegah celah mikro digunakan semen ionomer kaca sebagai basis karena dapat melepaskan flour untuk mencegah terjadinya sekunder karies.
Menurut Yanti (2004), prosedur restorasi sandwich meliputi:
1. Preparasi dan lining
Kavitas dipreparasi, semua jaringan karies dibuang dengan menggunakan bur diamond. Diamond stone yang rata atau tungsten karbit bertujuan untuk menyelesaikan tepi email, liner kalsium hidroksida digunakan hanya apabila keadaan dentin yang hampir terbuka dengan perkiraan dentin yang menutupinya hanya sekitar 1mm atau kurang. Walaupun demikian ia tidak boleh menutupi daerah yang besar yang dapat mengganggu bonding (ikatan semen ionomer kaca). Setelah kavitas dipreparasi kemudian tepi email di bevel.
2. Perawatan permukaan
Kavitas dibersihkan, dikeringkan, kemudian diolesi kondisioner pada permukaan kavitas ikatan semen ionomer kaca ke gigi. Dapat diperkuat dengan menggunakan larutan yang mengandung asam poliakrilik, asam tannik, atau dodicin.
3. Pemberian semen
Semen ionomer kaca diijeksikan ke dalam kavitas dan dibiarkan menutupi tepi kavo surface. Alternatifnya pencampuran dengan tangan secara standar dapat digunakan, dan semen tersbut diaduk sampai menyerupai plastik yang berkilau sebelum digunakan. Warna semen harus dipilih agar sesuai dengan warna dentin. Pengerasan semen yang diajurkan adalah dalam waktu lima menit.
4. Preparasi semen tepi email
Setelah mengeras semen yang berlebihan dilepaskan dari tepi email dan dikamfer ke dinding dentin.
5. Pemeberian resin bonding.
Agen bonding resin liquid dioleskan segera ke basis semen dan dinding-dinding kavitas, harus hati-hati untuk memastikan bahwa lapisan tersebut tipis. Sistem visible light cured diajurkan karena pengerasan yang cepat dari agen bonding adalah penting untuk menjamin semen dan permukaan email tidak terkontaminasi
6. Pemberian resin komposit
Tempatan resin dimasukan dan dikontur ke posisinya. Bahan tersbut tidak boleh berlebihan, dan adaptasi yang tepat bisa dicapai dengan memakai matriks plastik bening.
7. Penyelesaian
Setelah disinari restorasi tersbut diselesaikan dengan bur diamond rata atau bur karbit. Pemolesan restorasi dapat dieselesaikan dengan menggunakan karet abrasif dan bubuk alumunium oksida yang halus.

kutipan lirik lagu part 1

iseng-iseng nulis bagian2 lagu yang mnurut gw ok, dr playlist gw malem ini…..cuma iseng

end of the road-boys 2 men

Said we’d be forever, said it’d never die

How could you love me and leave me

And never say good-bye?

lovefool-the cardigans

Reason will not reach a solution

I will end up lost in confusion

I don’t care if you really care

as long as you don’t go

another day-lene marlin

Another day goes by, will never know just wonder why

You made me feel good, made me smile

I see it now, and I, can say it’s gone

That would be a lie

Cannot control this, this thing called love

this is me-(demi lovato-joe jonas)

You’re the voice I hear inside my head

The reason that I’m singing

I need to find you, I gotta find you

You’re the missing piece I need

The song inside of me

you give me something-james morrison

‘Cause you give me something

That makes me scared, alright

This could be nothing

But I’m willing to give it a try

Please give me something

‘Cause someday I might call you from my heart

need you know-lady antebellum

Guess I’d rather hurt than feel nothin at all

It’s a quarter after one I’m all alone and I need you now

tick tock-kesha

Ain’t got no money in my pocket, but I’m already here

And now the dudes are lining up cause they hear we got swagger

But we kick em to the curb unless they look like Mick Jagger

knock knock- lenka

When life had knocked me down I turned to you

And you open the door

And you’re all I need right now, it’s true

Nothin’ works like you

song of the day “coba katakan-maliq n d’ essential”

coba coba katakan kepadaku bahwa kita sedang berjalan menuju satu alasan,

janganlah kau katakan bila kita memang tak ada tujuan, dari apa yang dijalankan,

aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan,

terlena akan manis cinta dan berujung kecewa,

aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti,

lebih baik kita menangis dan terluka hari ini..

coba coba katakan kepadaku sekali lagi bila kita memang benar akan kesana,

buktikan dan buat aku percaya bahwa kita bisa, mewujudkan bahagia,

aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan,

terlena akan manis cinta dan berujung kecewa,

aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti,

lebih baik kita menangis dan terluka hari ini..

ohh.. oh.. habis sudah semua rangkai kata..

telah terungkap semua yang kurasa..

yang kuingin akhir yang bahagia.. hoo..

aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan,

terlena akan manis cinta dan berujung kecewa,

aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti,

lebih baik kita menangis dan terluka..

aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan,

terlena akan manis cinta dan berujung kecewa,

aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti,

lebih baik kita menangis dan terluka hari ini..

wohoho.. dudududu…

wohoho.. dudududu…

yang ku inginkan..

satu tujuan..

sebuah kenyataan..

bukan impian..

bukan harapan..

bukan alasan..

satu kepastian..

coba katakan..

coba katakan..

coba katakan..

coba katakan..

link download lagu:

http://www.4shared.com/file/104764469/27975f1/Maliq__dEssentials_-_Coba_Kata.html?s=1

today feeling…

When you try your best, but you don’t succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can’t sleep
Stuck in reverse
And the tears come streaming down your face
When you lose something you can’t replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?

akibat rokok

  • Merokok dan akibatnya bagi kesehatan:Departemen kesehatan di Amerika melalui National Cancer Institute mengingatkan bahwa hal terpenting yang harus dilakukan oleh pasien perokok yang menderita berbagai penyakit serius adalah menghentikan kebiasaan merokoknya. Ada berbagai penyakit yang terkait erat dengan rokok, diantaranya ialah: Penuaan dini:kulit lebih cepat mengkerut/ kelihatan lebih tua. Merokok secara siknifikan meningkatkan Radikal bebas dalam tubuh sehingga mencapai tingkat ekstrem.Radikal bebas ini berhubungan dengan berbagai penyakit serius diantaranya: Atherosclerosis, kanker, Alzheimer, katarak, osteoporosis dan imunitas tubuh yang menurun. Daya tahan tubuh lebih lemah sehingga lebih mudah terserang infeksi.Rokok bukan hanya menyumbang secara langsung lebih dari 4000 jenis racun dalam setiap batang rokok, sehingga mengakibatkan berbagai penyakit yang berhubungan dengan paru-paru seperti Pneumonia, namun juga secara tidak langsung menghambat kekebalan selular karena T-sel yang baik menjadi berkurang, sementara sel-sel penghambat T-sel meningkat.Keadaan ini masih bisa diperbaiki jika seseorang menghentikan kebiasaan merokok. Penyakit yang berhubungan dengan pembuluh Atherosclerosis, penyakit jantung, stroke. Beberapa penjelasan yang mungkin ialah, merokok menurunkan imunitas tubuh, sehingga pertumbuhan sel abnormal tidak terkendali. Merokok juga diketahui menyebabkan kekurangan vitamin C yang penting dalam menjaga kekebalan tubuh. Lalu zat karsinogen dari asap rokok sangat kerkonsentrasi di sel vaginal atau di uterine. Depresi.Merokok dapat mempengaruhi perilaku karena zat karbon monoksida dan Nikotin yang meracuni otak. Disamping itu menurunnya kadar vitamin C juga menyebabkan depresi dan hysteria.Nikotin menstimulasi pengeluaran hormon adrenalin dan cortisol. Hormon ini menurunkan aktivitas hormon serotonin yang bersifat menenangkan bagi otak.Lebih parah lagi bila perokok juga adalah peminum kopi manis. (rokok dan kopi adalah pasangan yang sering jalan bersama). Penyakit Periodontal akut. Penyakit seputar mulut, gigi tanggal, radang gusi, bahkan kanker mulut, bibir, dll. Sangat berhubungan dengan rokok atau akibat dari radikal bebas dari rokok. Disamping itu, perokok cendrung mengalami kekurangan vitamin C yang sangat penting untuk menjaga kesehatan gusi.
  • STOP ASAP ROKOK! Bila anda atau pasangan merokok, jauhi si kecil. Rokok mengandung lebih dari 4000 zat racun. “Anak lebih rentan terhadap asap rokok disbanding orang dewasa karena mereka bernafas dalam waktu pendek, dan system detokfikasi tubuh mereka pun belum berkembang optimal,” ujar Beverly Kingsley, Ph.D, seorang ahli epidemoliogi dari Center for Disease Control and Prevention,Atlanta. Tentu saja lebih bijak bila kita tinggalkan saja kebiasaan merokok yang tidak sehat itu.
  • Sama seperti merokok. “Merokok itu hanya menurunkan daya tahan sel-sel di tubuh. Namun, bahayanya, rokok mempermudah sel-sel menjadi ganas,” paparnya. Diungkapkan Ovy, nikotin atau tar telah terbukti ditemukan pada cairan serviks. “Zat ini yang mempermudah sel bermutasi,” ujarnya. Menurut dia, para perokok hanya tinggal menunggu risiko mematikan itu.
  • Hilangkan zat pemicu radikal bebas dalam sistem tubuh Anda seperti alkohol dan nikotin. Kedua zat tersebut meningkatkan toxic level dalam tubuh Anda dan menghancurkan sel tubuh sehat yang seharusnya memerangi penyakit yang masuk. Hentikan asupan keduanya. Berhentilah merokok secara total dan jauhi smokers karena jadi perokok pasif juga memberikan dampak bagi kesehatan Anda. Demikian juga dengan asupan alkohol walaupun hanya sebagai social drinker.
  • BAHAYA MEROKOK
    Banyak penelitian yang membuktikan kebiasaan merokok meningkatkan resiko timbulnya berbagai penyakit, seperti penyakit jantung dan penyakit ganggguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus, bronkitis, tekanan darah tinggi, impotensi, serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin. Pasien-pasien perokok juga beresiko tinggi mengalami komplikasi atau sukarnya penyembuhan luka setelah pembedaan termasuk bedah plastik dan rekontruksi, operasi plastik pembentukan payudara dan operasi yang menyangkut anggota tubuh, bagian bawah.
  • Penelitian yang terbaru juga menunjukan adanya bahaya dari second hand smoke yaitu asap rokok yang terhirup oleh orang-orang yang bukan perokok karena berada disekitar perokok juga bisa disebut perokok pasif. Rokok tidak dapat dipisahkan dari bahan baku pembuatannya yaitu tembakau. Di Indonesia tembakau di tambah cengkeh dan bahan-bahan lain dicampur untuk dibuat bahan rokok kretek. Selain kretek tembakau juga dapat digunakan sebagai rokok linting, rokok putih, cerutu, rokok pipa dan tembakau tanpa asap (tembakau kunyah).Kandungan dalam asap sebatang rokok yang dihisap? tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4 etilkatekol, ortokresol dan perylene adalah sebagaian dari beribu-ribu zat didalam rokok.
  • Komponen gas asap rokok adalah karbonmonoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen oksida dan formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol, dan kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi dan menimbulkan kanker (karsinogen).

    ZAT-ZAT TERSEBUT DAN BAGAIMANA MEREKA MEMBAHAYAKAN TUBUH
    Nikotin Zat yang paling sering dibicarakan dan diteliti orang, meracuni syaraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang diisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa menimbulkan ketagihan.
    Timah hitam (Pb) yang dihasilkan sebatang rokok sebanyak 0,5 ug. Sebungkus rokok (isi 20 batang) yang habis diisap dalam satu hari menghasilkan 10 ug. Sementara ambang batas timah hitam yang masuk ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Bisa dibayangkan bila seorang perokok berat menghisap rata-rata 2 bungkus roko per hari, berapa banyak zat berbahaya ini masuk kedalam tubuh.
    Gas karbonmonoksida (CO) memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah. Seharusnya hemoglobin ini berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk pernapasan sel-sel tubuh, tapi karena gas CO lebih kuat dari pada oksigen maka gas CO ini merebut tempatnya disisi hemoglobin. Jadilah hemoglobin bergandengan dengan gas CO. Kadar gas CO dalam darah bukan perokok kurang dari 1 persen. Sementara dalam darah perokok mencapai 4-15 persen.
    Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok dan bersifat karsinogen. Pada saat rokok dihisap tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran pernafasan dan paru-paru. Pengendapan ini bervariasi antara 3-40mg per batang rokok, sementara kadar tar dalam rokok berkisar 24-45 mg

    ANTIBODI MENURUN
    Rongga mulut sangat mudah terpapar efek yang merugikan akibat merokok. Terjadinya perubahan dalam rongga mulut sangat masuk akal karena mulut merupakan awal terjadinya penyerapan zat-zat hasil pembakaran rokok. Temperatur rokok pada bibir adalah 30 derajat C, sedangkan ujung rokok yang terbakar bersuhu 900 derajat C.
    Asap panas yang berhembus terus menerus ke dalam rongga mulut merupakan rangsangan panas yang menyebabkan perubahan aliran darah dan mengurangi pengeluaran ludah. Akibatnya rongga mulut menjadi kering dan lebih an-aerob sehingga memberikan lingkungan yang sesuai untuk tumbuhnya bakteri an-aerob dalam plak. Dengan sendirinya perokok beresiko besar terinfeksi bakteri penyebab penyakit jaringan pendukung gigi dibandingkan mereka yang tidak merokok.
    Pengaruh asap rokok secara langsung adalah iritasi terhadap gusi dan secara tidak langsung melalui produk rokok-rokok seperti nikotin yang sudah masuk melalui aliran darah dan ludah. Jaringan pendukung gigi yang sehat seperti gusi, selaput gigi, semen gigi, dan tulang tempat tertanamnya gigi menjadi rusak karena terganggunya fungsi normal mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi dan dapat merangsang tubuh untuk menghancurkan jaringan sehat disekitarnya.
    Pada perokok terjadi penurunan zat kekebalan tubuh (antibodi) yang terdapat dalam ludah yang berguna untuk menetralisir bakteri dalam rongga mulut dan terjadi gangguan fungsi sel-sel pertahanan tubuh. Sel pertahanan tubuh tidak dapat mendekati dan memakan bakteri-bakteri penyerang tubuh sehingga sel pertahanan tubuhtidak peka lagi terhadap perubahan sekitarnya juga terhadap infeksi.
    Nikotin berperan dalam mulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolisnya adalah kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.
    Perlekatan jaringan ikat dan serat-serat kolagen terhambat, sehingga proses penyembuhan dan regenerasi jaringan setelah perawatan terganggu. Tembakau kunyah sering disebut juga tembakau tanapa asap tampaknya telah menjadi tren dan produknya banyak dimanfaatkan oleh kalangan muda, atletik dan wanita usia lanjut di Amerika. Di Indonesia menguyah tembakau telah menjadi kebiasaan sejak dulu. Walaupun tanpa asap kebiasaan mengunyah tembakau ini diduga sebagai penyebab terjadinya bercak putih dan kanker rongga mulut. Kelainan biasanya terjadi di pipi, tempat tembakau tanpa asap ini biasa disisipkan.

http://www.formspring.me/sipu2t

hmmmm punya mainan baru setelah

fb

plurk

twitter

dan sekarang form me…seruu kayaknyaaa

makanya klo ada yang mau nanya ke gw silakan lewat formspringme… http://www.formspring.me/sipu2t

http://www.formspring.me/sipu2t

http://www.formspring.me/sipu2t

BRUXISM

Kasus III

Seorang ibu dari 2 orang anak umur 38 tahun mengeluhkan sering merasa nyeri tajam, pada region kiri maksila sejak 3 minggu yang lalu. Dia tidak bisa menunjukkan lokasi yang tepat gigi penyebab rasa nyeri. Rasa nyeri datang tiba – tiba, sehingga menyebabkannya terbangun di pagi hari. Sekarang rasa sakit terus menerus dengan intensitas naik turun. Rasa nyeri kambuh bila untuk mengunyah di sisi kiri dan untuk minum air dingin. Kondisi memburuk pada waktu malam ketika akan pergi tidur. Menurut keterangan dari suaminya pasien tersebut kerot (night grinding)ketika tidur. Tidak ada riwayat trauma pada muka atau leher dan tidak merasakan adanya keterbatasan gerakan rahang maupun klicking pada TMJ.

Pada pemeriksaan klinis:

Relasi oklusi Klas II Angle divisi I, gigi lengkap, tapi tampak adanya abrasi dan atrisi tonjol – tonjol gigi – gigi kaninus, premolar, dan molar. Hipersensitivitas ditemukan pada 3 buah gigi. Rasa nyeri tajam bila menggigit pada gigi molar dua kiri atas dan bawah, pada sondasi ditemukan adanya retak halus.

Buatlah resep untuk ibu tersebut untuk mengurangi rasa nyerinya. Menurut keterangan ibu tersebut menderita sakit tukak lambung.

DIAGNOSIS

- Pasien mengalami bruxism, menyebabkan abrasi dan atrisi pada tonjol gigi

- Rasa nyeri tajam dan kambuh-kambuhan menunjukan adanya hipersenstifitas dentin, hal ini juga ditunjukan dengan adanya retak halus pada saat sondasi.

-Tukak lambung menyebabkan asam lambung kembali ke mulut, sehingga dapat meningkatkan tingkat keasaman mulut.

URAIAN PENYAKIT

1.BRUXISM

Bruxism merupakan kebiasaan grinding (menggesek-gesekan gigi) ataupun clenching (mengatupkan rahang atas dan bawah kuat-kuat). Biasanya dilakukan secara tidak sadar ketika seseorang berada dalam situasi yang membuatnya merasa stres atau cemas, bahkan dapat pula dilakukan ketika sedang tidur. Kebiasaan bruxism yang parah dapat membuat email di permukaan kunyah gigi menjadi menipis bahkan bisa menimbulkan keretakan pada struktur gigi dan merusak tambalan gigi yang ada. Akibatnya gigi-gigi akan terasa linu ketika makan atau minum. Kondisi ini biasanya terjadi pada lebih dari satu gigi. Selain berpengaruh ke gigi, bruxism juga dapat menimbulkan gangguan pada sendi rahang, sakit kepala ketika bangun pagi, dan rasa sakit pada daerah wajah yang tidak jelas penyebabnya. Penderita bruxism disebut bruxers. Ada juga yang menyebutnya bruxomania.

ü  PENYEBAB BRUXISM                                                                                        .
*Stress
*Premature contact ataupun maloklusi                                                                  .
*Cedera pada otak                                                        .
*Gejala penyakit saraf dan otot wajah                                                                             .
*Efek samping obat-obatan psikiatrik (fluoxetine, sertraline dan paroxetine)                               .
*Rokok, alkohol, kafein

.

Penyebab bruxism tidak sepenuhnya dimengerti. Pada orang dewasa, faktor psikologi dianggap berperan. Faktor tersebut antara lain (MayoClinic,2007) :

  1. Kecemasan, ketegangan, dan stress.
  2. Kemarahan yang terpendam, atau frustrasi.
  3. Tipe kepribadian agresif, kompetitif, dan hiperaktif.

Sedang pada anak, bruxism dianggap berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan gigi serta rahang. Tetapi, beberapa ahli juga percaya bahwa faktor psikologi mempunyai andil terhadap timbulnya bruxism pada anak. Walaupun bruxism dilaporkan terjadi pada 30% anak, yang sebagian besar berusia di bawah 5 tahun, kebanyakan diantara mereka akan sembuh setelah gigi susu mereka berganti dengan gigi tetap (MayoClinic,2007).

Pada beberapa kasus, bruxism tidak disebabkan oleh keadaan psikologi atau kondisi gigi dan rahang, tetapi merupakan komplikasi dari kelainan seperti penyakit Huntington dan Parkinson. Beberapa obat antidepresi tertentu juga dapat menimbulkan efek samping bruxism, tetapi hal ini jarang terjadi. Biasanya, bruxism ringan dan tidak menimbulkan komplikasi serius. Tetapi pada beberapa orang, bruxism bisa berat sehingga menimbulkan :

  1. Kerusakan permukaan gigi akibat seringnya dan kuatnya gesekan.
  2. Gangguan sendi rahang
  3. Sakit kepala
  4. Nyeri wajah
  5. Terganggunya tidur orang di sekitarnya.
  6. dll

Tujuan pengobatan bruxism adalah mencegah kerusakan gigi lebih lanjut, mengurangi nyeri akibat bruxism, dan mengurangi perilaku mengadu gigi semaksimal mungkin (MedlinePlus,2006).

ü TERAPI
Terapi bruxism ada bermacam-macam tergantung dari penyebabnya:                             .
a.Stress:
Psikoterapi, teknik relaksasi, obat-obatan untuk relaksasi otot rahang. Apabila terapi konvensional ini tidak berhasil dapat dilakukan penyuntikan botulinum toxin (botox) untuk melemaskan otot rahang.                                .
b. Maloklusi ataupun premature contact: :
Occlusal adjustment, restorasi gigi (onlay atau crown), ortodontik.                                               .
c. Cedera otak atau penyakit saraf dan otot: :
Dengan terapi konvesional, apabila tidak berhasil dilakukan penyuntikan botox.
d. Obat-obatan psikiatrik: :
Mengganti obat ataupun menghentikan penggunaannya dan menggantinya dengan bentuk terapi yang lain.                                                                                                 .
e. Melindungi gigi dari kebiasaan bruxism .

bruxism attrition night guard, untuk mencegah kerusakan gigi akibat bruxism, dapat digunakan night guard. Night guard merupakan suatu plat yang dibuat untuk menutupi permukaan kunyah gigi. Alat ini dipakai ketika tidur untuk melindungi gigi dan menghentikan kebiasaan bruxism ketika tidur.                                                                .

Untuk mengurangi kerusakan gigi biasanya digunakan pelindung gigi. Alat ini terbuat dari bahan yang lunak. Dengan alat ini, gesekan langsung antar gigi atas dan bawah tidak terjadi.

Nyeri akibat bruxism dapat dikurangi antara lain dengan melakukan relaksasi dan pemijatan otot wajah dan rahang, bahu, dan leher, serta menghindari makanan yang keras seperti kacang-kacangan. Kompres dingin atau hangat juga dapat diberikan pada rahang yang membengkak.

Perilaku mengadu gigi atau bruxism kadangkala dapat dikurangi dengan manajemen stres, psikoterapi, mengubah perilaku (agresif, kompetitif, hiperaktif) dengan behaviour modification, biofeedback, dll.

2.HIPERSENSITIFITAS DENTIN

Hipersensitifitas dentin adalah rasa sakit (dentinalgia) terjadi pada dentin akar gigi yang terbuka karena adanya rangsangan dan luar seperti taktil, panas, dingin, kimiawi serta osmotik (Prijantojo, 1996). Khususnya di daerah yang kehilangan lapisan periodontal. Dentin hipersensitif dihubungkan dengan adanya abrasi ketika menggosok gigi, penyakit periodontal, erosi dari makanan atau asam lambung dan mungkin meningkatnya scalling dan perawatan akar. Hal ini terjadi karena kurangnya perlindungan dentin oleh sementum, hilangnya smear layer dan pergerakan hidrodinamik cairan di tubulus dentin. Apabila dilihat dari Scanning Electron Microscopy, permukaan dentin hipersensitif  terlihat banyak tubulus dentin yang terbuka, fraktur, dan permukaannya sangat halus (Cohen dan Hargreaves, 2006).

Terbukanya permukaan akar gigi ini memungkinkan terbukanya lapisan dentin akar gigi dan dapat terjadi tanpa terkikisnya lapisan semen, karena pada sekitar 5-10% gigi yang erupsi, dentin terbuka pada daerah cemento enamel junction (Prijantojo, 1996). Lapisan sementum yang tipis seringkali hilang seperti resesi gingiva yang mengakibatkan sementum terlihat ke lingkungan oral (Cohen dan Hargreaves, 2006).

Berdasarkan teori hidrodinamika dikemukakan bahwa rangsangan yang menyebabkan rasa sakit diteruskan ke pulpa dalam suatu mekanisme hidrodinamik yaitu pergerakan cairan secara cepat pada tubulus dentin. Gerakan cairan ini akan mengubah bentuk odontoblas atau prosesusnya sehingga menimbulkan rasa sakit (Markowit, 1990 sit. Prijantojo, 1996). Berkurangnya pergerakan cairan dalam tubulus dentin akan mengurangi rasa sakit yang akibat adanya rangsangan(Berman, 1984 sit. Prijantojo, 1996). Teori hidrodinamik diaplikasikan untuk pemahaman mekanisme terjadinya dentin hipersensitif (Cohen dan Hargreaves, 2006).

Meskipun awalnya dentin sangat sensitif, namun dalam beberapa minggu sensitivitasnya akan menurun. Penurunan sensitivitas ini terjadi akibat adanya deposit mineral di dalam tubulus secara berangsur-angsur (Cohen dan Hargreaves, 2006). Hal ini terjadi karena adanya desensitisasi hipersensitivitas dentin yaitu suatu usaha untuk menghilangkan atau mengurangi terjadinya rasa sakit akibat adanya rangsangan (Branstrom dan Astrom, 1973 sit. Prijantojo, 1996). Salah satu cara untuk menghambat pergerakan cairan dalam tubulus dentin adalah dengan cara merangsang mineralisasi dentin peritubuler sehingga saluran dalam tubulus dentin mengecil dan aliran cairan dalam tubulus dentin menjadi berkurang (Berman, 1984 sit. Prijantojo, 1996). Desensitisasi didasarkan atas teori yang menyatakan bahwa rangsangan melalui dentin yang terbuka, yang melebihi daya tahan fisiologis akan menimbulkan rasa sakit. Salah satu pertahanan fisiologis terhadap iritasi pulpa adalah terbentuknya dentin sekunder (Branstrom dan Astrom, 1973 sit. Prijantojo, 1996).

Di samping pembentukan dentin sekunder, kalsifikasi dentin peritubuler juga meningkat sehingga terjadi penyumbatan dentin peritubuler. Penyumbatan dentin peritubuler secara alamiah oleh kristal-kristal kalsium merupakan pertahanan fisiologis gigi untuk mengurangi hipersensitivitas dentin (Berman, 1984 sit. Prijantojo, 1996).

  • Ø TREATMENT

Penjelasan mengenai dentin sensitif belumlah jelas, berbagai perawatan untuk dentin sensitif belum ada metode yang sempurna. Memang, kebanyakan cara yang efisien untuk merawat dentin yang sensitive adalah dengan memblok tubulus dentinalis. Sehingga mencegah stimulus akhiran syaraf di pulpa. Paghambatan dapat dilakukan dengan berbagai cara material restorasi telah digunakan dengan berbagai hasil. Tapi pengenalan dari agen bonding hidrofilik menandai perkembangan adesi tubulus dentin. Berbagai jalur noninvasif yang telah ditemukan untuk menghambat tubulus dentinalis

Perawatan untuk gigi hipersensitif adalah dengan mengurangi diameter fungsional tubulus dentin untuk membatasi pergerakan cairan. Terdapat 4 contoh perawatan dibawah ini, yaitu :

  1. Formasi smear layer pada dentin sensitif mengkilapkan di permukaan akar yang terekspos.
  2. Mengaplikasikan agen tertentu seperti oksalat yang membentuk presipitasi yang tak terlarut dalam tubulus. Dalam percobaan klinis garam oksalat telah menunjukan metode yang paling bagus. Ion oksalat bereaksi dengan ion kalsium pada cairan dentin, menghasilkan presipitasi kalsium oksalat pada tubulus. Hal ini mengurangi diameter fungsional, sehingga membatasi pergerakan cairan. Ion potassium dapat mengurangi aktivitas syaraf dan sebaiknya ditambahkan untuk mendapatkan efek untuk preparasi.
  3. Mengaplikasikan agen seperti hydroxhyethyl methacrylate (HEMA) dengan atau tanpa glutaraldehyde yang melewati  tubulus dengan protein plasma yang terpresipitasi di cairan dentin.
  4. Mengaplikasikan agen bonding untuk melapisi tubulus

Dentin sensitif dapat dimodifikasi dengan irradiasi, namun perlu juga memperhatikan efeknya terhadap pulpa. (Cohen dan Hargreaves, 2006)

  • PENGARUH RESTORASI GIGI TERHADAP DENTIN

Ada beberapa anggapan bahwa gigi pasca perawatan endodontik akan menjadi rapuh karena menurunnya kekenyalan akibat kehilangan cairan di tubulus dentin setelah pulpa diangkat. Namun dari hasil penelitian anggapan ini tidak seluruhnya benar. Sampai penelitian terakhir tidak ditemukan adanya perbedaan yang nyata baik kekuatan, kekerasan, maupun ikatan kolagennya. Perbedaan kandungan cairan pada dentin vital dan pasca endodonsi tidak begitu terlihat, kecuali pada dentin gigi yang telah dirawat endodonsi selama lebih dari 10 tahun ( Walton dan Torabinejad, 1998).

Dalam penggunaan tumpatan, yang memerlukan asam etsa untuk meningkatkan perlekatan tumpatan pada dentin ternyata asam etsa yang berkontak tersebut dengan dentin dapat berpenetrasi ke dalam tubuli dentin secara tidak langsung. Asam dapat membuat dentin menjadi rapuh karena proses demineralisasi(Pashley, dkk, 1992)

Semen glass ionomer mampu menutupi tubuli dentin guna mencegah reaksi pulpa terhadap asam fosfat (Andreaus, 1987). Selain itu, glass ionomer juga membantu proses remineralisasi internal jika ditempatkan langsung di atas dentin (Donly dan Brown ,2007) Semen glass ionomer digunakan karena semen ini dapat berikatan secara fisikokomiawi baik pada email maupun pada dentin(Sidharta, 1991).

Aplikasi semen glass ionomer dianjurkan sebagai semen dasar sebelum aplikasi asam etsa pada restorasi resin komposit (Davidson dan Suzuki, 1999). Hal ini dilakukan karena glass ionomer dapat melapisi tubuli dentin sehingga mencegah sensitivitas gigi (Katsuyama, 1993).

3.Tukak Lambung

Tukak lambung atau Peptic Ulcer Disease (PUD) dapat diartikan sebagai luka pada lambung atau usus duodenum karena terjadi ketidakseimbangan antara faktor agresif seperti sekresi asam lambung, pepsin dan infeksi bakteri Helicobacter pylori dengan faktor defensif/faktor pelindung mukosa seperti produksi prostaglandin, gastric mucus, bikarbonat dan aliran darah mukosa. Singkatnya, tukak lambung merupakan suatu penyakit pada saluran pencernaan yang ditunjukkan dengan terjadinya kerusakan mukosa lambung bisa karena sekresi asam lambung berlebih, infeksi H. pylori, maupun produksi prostaglandin yang berkurang. Dari namanya, tukak lambung biasa terjadi di perut (lambung) dan usus duodenum proximal. Meskipun angka kejadiannya sedikit, tukak lambung dapat terjadi di esofagus bagian bawah, duodenum distal atau jejunum.

Infeksi bakteri H. pylori dan penggunaan obat anti inflamasi non steroid (NSAID) menjadi penyebab utama terjadinya tukak lambung. H. pylori merupakan bakteri gram negatif berbentuk spiral yang hidupnya pada bagian gastrum antrum. Bakteri ini bersifat patogen. H. pylori menghasilkan sitotoksin yang dapat memecah pertahanan mukus kemudian menempel di sel epitel lambung atau usus 12 jari. Di lambung, bakteri akan menghasilkan karbondioksida, amonia dan produk lain seperti protease, katalase, dan fosfolipase yang bersifat toksik. Produk-produk yang dihasilkan akan terakumulasi sehingga merusak pertahanan mukosa lambung dan menyebabkan ulcerasi atau tukak. Selain H. pylori, penggunaan obat NSAID (contohnya aspirin, piroxicam, ibuprofen, meloxicam, celecoxib, trisalicylate, dll) menjadi penyebab lain dari tukak lambung. Menurut Dipiro, obat NSAID dapat menyebabkan tukak lambung melalui 2 cara, mengiritasi epitelium lambung secara langsung atau melalui penghambatan sintesis prostaglandin. Namun, penghambatan sintesis prostaglandin merupakan faktor dominan penyebab tukak lambung oleh NSAID. Prostaglandin merupakan senyawa yang disintesis di mukosa lambung yang melindungi fungsi fisiologis tubuh seperti fungsi ginjal, homeostasis, dan mukosa lambung. Faktor lain yang memicu tukak lambung adalah kebiasaan merokok dan stress. Mekanisme yang terjadi belum diketahui pasti namun diduga produksi prostaglandin pada lambung dihambat sehingga perlindungan terhadap mukosa lambung berkurang dan resiko tukak meningkat. Stress dapat memicu tukak lambung karena dalam kondisi stress sangat dimungkinkan orang akan melakukan tindakan yang beresiko terjadinya tukak lambung seperti merokok, mengkonsumsi obat NSAID atau alkohol. Selain itu diperkirakan dalam kondisi stress, hormon adrenalin akan meningkat produksinya mengakibatkan produksi asam oleh reseptor asetilkolin meningkat pula, efeknya asam lambung pun juga meningkat.

ü  GEJALA

Secara umum, gejala tukak lambung yang dialami sama seperti yang sudah dijelaskan di atas antara lain rasa panas pada perut, sebah, mual, tidak tahan makanan berlemak, nyeri pada bagian ulu hati yang akan hilang setelah mengkonsumsi makanan. Selain terbangun di malam hari karena nyeri yang dirasakan, rasa nyeri di ulu hati yang hilang setelah mengkonsumsi makanan merupakan gejala spesifik pada tukak lambung yang dapat mempermudah diagnosis. Tanda-tanda seperti anemia, anoreksia maupun penurunan berat badan yang terjadi menunjukkan adanya komplikasi atau terdapat suatu penyakit berbahaya yang membutuhkan tes endoskopi segera.

ü  Terapi

Tujuan dari terapi tukak lambung adalah untuk mengurangi serta menetralkan asam lambung, menghilangkan faktor penyebab, meringankan atau menghilangkan nyeri epigastrik, mencegah kekambuhan, memperkuat sistem perlindungan mukosa, dan mencegah terjadinya komplikasi yang serius (hemoragi, perforasi, obstruksi). Sasaran dari terapi tukak lambung adalah faktor penyebab terjadinya tukak yaitu bakteri H. pylori dan asam lambung berlebih. Selain itu pertahanan mukosa juga menjadi sasaran terapi. Untuk mencapai tujuan terapi tersebut dapat dilakukan beberapa strategi dalam terapi, antara lain penggunaan obat untuk hipersekresi dan penetralan asam lambung, penggunaan obat yang memperkuat sistem perlindungan mukosa, penggunaan obat yang dapat mencegah senyawa pencetus dan faktor penyebab, penggunaan obat untuk menghilangkan nyeri epigastrik, penggunaan obat untuk mencegah kekambuhan dan penggunaan obat untuk mencegah komplikasi. Terapi yang digunakan ada 2 cara, yaitu terapi nonfarmakologis dan farmakologis. Untuk terapi nonfarmakologis dengan cara mengurangi atau menghilangkan stress, berhenti merokok dan menggunakan obat NSAID, menghindari makanan pencetus tukak seperti makanan pedas, kafein, dan alkohol. Apabila terjadi komplikasi dilakukan operasi. Sedangkan terapi farmakologisnya dapat menggunakan beberapa golongan obat yaitu, golongan Pompa Proton Inhibitor (PPI), Antagonis Reseptor Histamin H2, Sucralfate, Antasida, Analog Prostaglandin. Selain itu, kombinasi dua antibiotik dengan PPI untuk eradikasi (pembasmian) H. pylori. Sesuai dengan judulnya, artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai obat golongan antasid. Sebelum lahirnya obat PPI dan Antagonis Reseptor Histamin H2, antasid digunakan untuk mengobati tukak lambung dan dispepsia (gangguan pencernaan). Hingga saat ini antasid masih digunakan untuk menghilangkan rasa panas dalam perut serta dispepsia. Antasid merupakan basa lemah yang bereaksi dengan asam lambung membentuk garam dan air. Selain menetralkan asam lambung, antasid juga meningkatkan pertahanan mukosa lambung dengan memicu produksi prostaglandin pada mukosa lambung. Obat antasid dapat digolongkan menjadi antasid dengan kandungan alumunium dan magnesium (alumunium hidroksida, magnesium hidroksida, trisilikat), antasid dengan kandungan natrium bikarbonat, antasid dengan kandungan bismuth dan kalsium. Simetikon ditambahkan pada antasid untuk meringankan rasa kembung.

Rencana Perawatan

-          Gigi yang retak ditambal oleh resin komposit, karena memiliki kekuatan yang baik

-          Diberikan obat pereda nyeri dan mengobati tukak lambung

-          Dibuatkan night guard untuk mencegah atrisi kembali, dipakai pada saat tidur

Obat pilihan

  1. 1. Danalgin

Dipilih karena mengandung metampiron yang memiliki efek Analgesic untuk mengurangi rasa sakit serta mengandung diazepam sebab memiliki efek sedative. Dipilih karena aman di konsumsi oleh pasien tukak lambung, tidak seperti asam mefenamat, asetosal (aspirin) yang kontra indikasi terhadap pasien tukak lambung.

Komposisi :
Tiap kaplet mengandung
Metampiron … 500 mg
Diazepam …….. 2 mg

Farmakologi :
DANALGIN bekerja sebagai analgetik dan tranquillizer.
Metampiron bekerja sebagai analgetik, diabsorpsi dari saluran pencernaan dan mempunyai waktu paruh 1 – 4 jam. Diazepam dimetabolisme terutama di hati dan terikat pada reseptor di daerah spinal cort, serebelum, sistem limbik dan korteks serebral. Mempunyai aktivitas sebagai ansiolitik dan hipnotik. Konsentrasi plasma puncak diazepam dicapai setelah 15-19 menit. Waktu paruh bervariasi antara 20-70 jam, tetapi metabolit aktif yang dominan yaitu desmetil diazepam mempunyai waktu paruh 30-100 jam. Waktu paruh diazepam dan desmetil diazepam biasanya meningkat pada neonatus, usia lanjut dan penderita dengan gangguan hati yang berat.

Indikasi:
Untuk meringankan rasa sakit sedang sampai berat terutama nyeri kolik dan sakit setelah operasi dimana diperlukan kombinasi dengan tranquillizer.

Kontra indikasi:

  • Penderita hipersensitif.
  • Bayi dibawah 6 bulan.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Penderita dengan tekanan darah sistolik ‹ 100 mmHg.
  • Depresi pernapasan.
  • Gangguan pulmoner akut.
  • Glaukoma sudut sempit.
  • Keadaan psikosis akut.

Peringatan dan perhatian :

  • Jangan mengemudikan kendaraan atau menjalankan mesin selama minum obat ini.
  • Tidak untuk mengobati sakit otot pada gejala-gejala flu dan tidak untuk mengobati rematik, lumbago, sakit punggung, bursitis, sindroma bahu-lengan.
  • Karena dapat menimbulkan agranulositosis yang berakibat fatal, maka sebaiknya tidak digunakan dalam jangka panjang terus menerus.
  • Hati-hati pada penderita yang pernah mengalami gangguan pembentukan darah/kelainan darah, gangguan fungsi hati atau ginjal. Karena itu perlu dilakukan pemeriksaan uji fungsi hati dan darah pada penggunaan yang lebih lama dari penggunaan untuk mengatasi rasa sakit akut.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita depresi berat atau yang mempunyai kecenderungan melakukan bunuh diri.
  • Obat ini dapat menyebabkan kelemahan otot dan ketergantungan secara fisik dan psikologis.
  • Hentikan pengobatan Jika terjadi reaksi-reaksi paradoksikal seperti keadaan-keadaan hipereksitasi akut, ansietas, halusinasi dan gangguan tidur.

Efek samping :

  • Reaksi hipersensitivitas : reaksi pada kulit misal kemerahan.
  • Mengantuk, ataksia, kelelahan.
  • Agranulositosis, konstipasi, depresi, diplopia, hipotensi, Jaundice, perubahan libido, mual, tremor, retensi urin, vertigo.

Interaksi obat:                                                         ,
Penggunaan bersama obat-obat depresan SSP atau alkohol dapat meningkatkan efek depresan.

Dosis:
Jika sakit 1 kaplet, berikutnya 1 kaplet tiap 6-8 jam, maksimum 4 kaplet sehari.

2.Antasida

Pasien memiliki riwayat tukak lambung, yang dikhawatirkan dapat menambah tingkat keasaman pada mulut apabila asam lambung naik.

Nama Dagang di Indonesia : Mylanta®/Mylanta Forte®

Indikasi

Gangguan pencernaan, rasa panas pada ulu hati, lambung perih, meredakan hiperasiditas yang berhubungan dengan tukak lambung, gastritis, esofagitis peptik & hernia hiatal; meredakan gejala kembung, nyeri perut akibat penimbunan gas pasca operasi. Untuk pemeriksaan endoskopi.

Kontra Indikasi

Pasien dengan gangguan ginjal

Dosis & Aturan Pakai

Tablet = 1-2 tablet, larutan = 1-2 sendok teh.

Larutan forte= 1-2 sendok teh.

Diberikan 4 kali sehari, 1 jam sesudah makan & sebelum tidur. Penggunaan tablet dengan cara dikunyah.

Efek Samping : Jarang terjadi (konstipasi, diare), hipofosfatemia (pemakaian jangka panjang).

Perhatian : Hiperkalsemia dapat terjadi pada pasien gagal ginjal yang mengkonsumsi > 4 gram/hari. Pasien dengan Clearance Creatinine < 30 ml/menit tidak boleh mengkonsumsi antasid yang mengandung magnesium karena ekskresi magnesium terganggu.

Interaksi antara Antasid dengan obat lain seperti suplemen yang mengandung besi, warfarin, digoksin, quinidin, isoniazid, ketokonazol, atau obat golongan fluoroquinolon dapat meningkatkan absorpsi dan ekskresi obat lain saat diberikan bersamaan. Untuk mencegahnya dilakukan pemisahan pemberian antasid dengan obat lain dengan selang waktu 2 jam.

ü PERESEPAN OBAT

Drg. Azixin

NIP. 058476474884

Klinik Konservasi RSGM FKG UGM

Jl. Denta no.1

08123456789

Yogyakarta, 21 November 2009

  1. R/ Danalgin 500 tabs mg No.X

S.p.r.n.tab I

2. R/ Mylanta forte ml 360 btl No.I

s.b.d.d.cth.ac.et.hs

Pro                   : Ibu Prapti

Umur               : 38 tahun

Alamat                        : Jl. Kaliurang KM. 4,5

Penulisan Etiket

1.danalgin

Apotik Dewi Dewi

Jl. Kaliurang Km.6  yogyakarta 0274-128765

No.1                                                      tgl.22/11/2010

Nama               : Ibu Prapti

Umur               : 38 tahun

Minum bila perlu 1 tablet

Apotik Dewi Dewi

Jl. Kaliurang Km.6  yogyakarta 0274-128765

No.2                                                      tgl.22/11/2010

Nama               : Ibu Prapti

Umur               : 38 tahun

2 x sehari, 1 sendok teh,  diminum sesudah makan dan sebelum tidur

2.mylanta forte

Daftar Pustaka

Andreaus, S.B. 1987. Liquid Versus Gel Etchants on Glass Ionomer : TheirEffects on Surface Morphology and Shear Bond Strengths to Composite Resins, JADA, 114, 157-158.

Cohen S, Hargreaves KM. 2006. Pathways of The Pulp Ninth Edition. Canada : Mosby Elsevier

Davidson, D.F. and Suzuki, M. 1999. A Prescription for the Succesful Use of Heavy Filled Composit in the Posterior Dentition. Journal Canada Dentistry Assosiation, 65, 256-260.

Donly KJ, Brown DJ. Identify, protect, and restore: emerging issues in approaching children’s oral health. Available at www.agd.org

MayoClinic (2007) : Bruxism/Teeth Grinding. Dikutip pada 18 Des 07. http://www.mayoclinic.com

MedlinePlus (2006) : Bruxism. Dikutip pada 18 Des 07. http://www.nlm.nih.gov

Pashley, D.H. and Michelich, V. 1992. Dentin Permeability : Effect of Smear Layer Removal. The Journal of Prosthetic Dentistry,46, 531-537.

Prijantojo. 1996. Evaluasi Klinis Perawatan Hipersensitivitas Dentin dengan Potasium Nitrat . Cermin Dunia Kedokteran.(109) ; 1996 ; 57.

Sidharta, W. 1991. Pengaruh Etsa dan Gerinda pada Semen Glass Ionomer Terhadap Ikatannya dengan Resin Komposit, Buku Naskah Ilmiah KPPIKG IX FKG UI, 105-164.

Walton RE, Torabinejad M. 1998. Principles and Practice of Endodontics. Philadelphia : Saunders Company.

karies

Tugas Oral Medicine

Nama   : Mawar Putri Julica

Nim     : 07/250270/KG/08134

  1. 1. Karies Primer

Karies yang terjadi pada lokasi yang terjadi pada jaringan yang masih sehat dan belum pernah mengalami karies sebelumnya.

  1. 2. Karies sekunder

Karies yang rekuren, karies yang timbul pada lokasi yang telah memiliki riwayat karies sebelumnya,karies yang ditemukan di tepi tambalan. Karies ini dapat terjadi akibat: preparasi kavitas yang kurang baik, restorasi yang kurang efektif, terdapat celah disekitar tambalan amalgam, atau kombinasi dari beberapa hal tersebut. Terjadinya karies sekunder di bawah tambalan yang mungkin disebabkan karena kebocoran tambalan sehingga bakteri dapat berpenetrasi ke jaringan gigi dan kembali menyebabkan karies

  1. 3. Residual caries

Demineralisasi jaringan yang dibiarkan saja sebelum bahan filling diisikan pada tempatnya.(karena pembuangan jaringan karies yang kurang bersih)

  1. 4. Active caries lesion

Merupakan jenis karies yang lesinya terus terjadi secara progresif.

  1. 5. Arrested (inactive) carious lesion

Karies terhenti atau lesi karies yang tidak berkembang bisa disebabkan karena faktor lingkungan. Karies ini biasanya paling sering terjadi dibagian labial maupun lingual gigi, terkadang apabila terdapat perubahan kondisi lingkungan yang sangat baik, dapat menyebabkan karies melambat bahkan terkadang pada lesi karies terjadi proses remineralisasi.

  1. 6. White spot caries/ incipien caries

Merupakan tanda klinis pertama sebelum terjadinya karies, terlihatnya white spot karena terjadinya demineralisasi pada bagian sub permukaan email. Normalnya apabila white spot terlihat permukaannya halus maka tidak aktif, sebaliknya apabila permukaannya kasar menunjukkan bahwa lesi aktif dan berkembang karena meningkatnya porusitas.

  1. 7. Rampant caries

Merupakan jenis karies akut, lesi karies aktif yang terjadi secara multiple pada satu pasien, sering terjadi juga pada daerah yang biasanya bebas karies. istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan sebagian besar atau semua dari gigi susu/decidui atau gigi permanen yang mengalami kerusakan (karies) secara luas dan berkembang dengan cepat.

Daerah gigi yang biasanya mengalami kerusakan adalah gigi depan rahang atas. Gigi susu /decidui tersebut juga merupakan gigi yang pertama kali muncul dalam rongga mulut akan mempunyai kemungkinan waktu terpapar/berkontak paling lama dengan “gula” . Sedangkan gigi depan rahang bawah cenderung terlindungi oleh lidah saat bayi/anak menghisap/minum dengan botol dot.

Dapat terlihat pada gigi permanen remaja dengan oral hygiene rendah dan sering mengkonsumsi makanan yang bersifat kariogenik dan minuman manis sebelum makan. Rampant caries juga dapat terlihat pada individu yang mengalami hiposalivation

Daftar pustaka

Ghom.A.G.2008.  Textbook of Oral Radiology. Delhi: Elsevier.

Hiremath, SS. 2007. Textbook of Preventive and Community dentistry. India: Elsevier.

Kidd, E.M.M. 2005. Essentials of Dental Caries,3rd edition. New York: Oxford University Press.