EFEK RADIOTERAPI PADA RONGGA MULUT

SKENARIO I
Seorang perempuan, 30 tahun datang ke RSGM FKG dengan keluhan bau mulut. Di beberapa region gigi terutama di bagian bukal terdapat kalkulus yang sudah menebal dan gigi geraham di region tersebut mengalami kegoyahan hingga derajad 2. Berdasar catatan di past medical history, pasien tersebut pernah menjalani radioterapi di bagian leher depan.

PEMBAHASAN
Saliva ialah sekelompok cairan yang oleh kelenjar ludah dikeluarkan di dalam rongga mulut dan disebarkan dari peredaran darah melalui celah diantara permukaan gigi dan gusi.
Saliva mempunyai sejumlah fungsi penting, antara lain memudahkan penelanan, mempertahankan mulut tetap lembab, bekerja sebagai pelarut molekul-molekul yang merangsang indera pengecap, membantu proses bicara dengan memudahkan gerakan bibir dan lidah, dan mempertahankan mulut dan gigi tetap bersih. Saliva juga mempunyai daya anti bakteri, dan penderita dengan defisiensi saliva (xerostomia) mempunyai insidensi karies gigi yang lebih tinggi dari normal. Sistem dapar dalam saliva mempertahankan pH mulut sekitar 7,0. Sistem ini juga membantu menetralkan asam lambung dan menghilangkan nyeri esofagal (heart burn). (Ganong, 1999)
KELENJAR LUDAH
Kelenjar ludah utama antara lain kelenjar parotis, submandibularis, dan sublingualis.
1. Kelenjar Parotis
– Merupakan yang terbesar, mensekresi tipe serus, mengandung ptyalin dan air.
– Sekretnya dituangkan ke dalam mulut melalui saluran parotis atau saluran Stensen
2. Kelenjar Submandibularis
– Mensekresi tipe serus dan mucus yang mengandung mucin untuk pelumasan makanan dan perlindungan permukaan
– Melalui saluran Warton
3. Kelenjar Sublingualis
– Mensekresi tipe mucus
– Terdiri dari dua kelenjar, yaitu sublingualis mayor dan minor.
(Guyton and Hall, 1997)
Kerja kelenjar ludah tanpa adanya rangsangan yang jelas disebebkan oleh stimulus konstan tingkat rendah ujung-ujung saraf parasimpatis yang berakhir di kelenjar ludah. Sekresi basal ini penting untuk menjaga agar mulut dan tenggorokan tetap basah setiap waktu. (Sherwood, 2001)

EFEK RADIOTHERAPHY
Radiotherapy ialah terapi dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.
Setelah proses radiotheraphy dapat terlihat disfungsi lebih awal pada kelenjar Parotis dibanding pada kelenjar Submandibularis. Disfungsi pada kelenjar Parotis dapat menyebabkan penurunan sekresi saliva. Penurunan sekresi saliva dapat menyebabkan mulut kering (xerostomia).
Fungsi saliva antara lain sebagai pembersih / sebagai self cleansing. Jika sekresi saliva terhambat, maka fungsi self cleansing berkurang sehingga oral hygiene pada penderita akan memburuk. Oral hygiene yang buruk dapat terlihat dari adanya peningkatan deposit kalkulus terutama pada regio bukal.
Terbentuknya kalkulus dapat menyebabkan gigi goyah karena kalkulus menyebabkan perlekatan soket pada gigi berkurang.
Kalkulus terjadi karena pengendapan garam kalsium fosfat, kalsium karbonat, dan magnesium fosfat. Komposisi kalkulus dipengaruhi oleh lokasi kalkulus dalam mulut serta waktu pembentukan kalkulus. (Carranza, 1990)

DAFTAR PUSTAKA
Carranza F.A., Glickmans Clinical Periodontology., 7th ed. Tokyo: Igaku Shoin/Saunders, 1990
Ganong, W.F., 1999, Fisiologi Manusia, Edisi 3, EGC, Jakarta
Guyton and Hall, 1997, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, EGC, Jakarta
Sherwood, L., 2001, Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem, EGC, Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s