PENGUKURAN ARUS GALVANIK

LAPORAN PRAKTIKUM
TOPIK : PENGUKURAN ARUS GALVANIK
GRUP : V TANGGAL PRAKTIKUM : 17 September 2008
No. NAMA Nomor Mahasiswa
1. Alberta Vianney 07/KG/8133
2. Mawar Putri Julica 07/KG/8134
3. Krisna Amretasari 07/KG/8135
4. Risana 07/KG/8136
5. Putu Astrid 07/KG/8137
6. Ajeng wahyu wulandari 07/KG/8138
PEMBIMBING : Dr. drg. Widjijono, SU

1. HASIL PRAKTIKUM
No. Katoda Anoda Besar Arus Galvanik
1 Orden Matesil
2 Antamal Amalgam
3 Antamal Orden
4 Antamal Matesil
5 Amalgam Orden
6 Amalgam Matesil

2.PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini, diperoleh hasil pengukuran arus galvanik dengan besar yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena setiap alloy mempunyai beda potensial yang berbeda-beda pula. Alloy merupakan campuran dari beberapa logam . Masing-masing logam memiliki beda potensial yang tidak sama. Ketika berbagai logam dicampur menjadi alloy, maka alloy tersebut juga mempunyai beda potensial tersendiri, yang kemungkinan dapat lebih besar atau lebih kecil dari logam aslinya. Hal tersebut tergantung dari susunan logam yang membentuk alloy. Sehingga, besar arus yang diperoleh pada pengukuran pun dapat bervariasi. Sesuai dengan hukum Ohm, kuat arus listrik yang timbul pada suatu penghantar berbanding lurus dengan beda potensial atau tegangan kedua ujung penghantar. (Taranggono, 2003)
Semakin besar beda potensial, maka arus galvanik akan semakin besar. Hasil Praktikum menunjukkan bahwa, pengukuran arus galvanik terhadap orden dan matesil mempunyai nilai arus galvanik yang terkecil. Sedangkan pengukuran arus galvanik antara amalgam dan matesil menunjukkan pengukuran arus galvanik yang terbesar.
Arus listrik mengalir karena adanya beda potensial antara dua titik dalam rangkaian, yaitu dari titik berpotensial tinggi ke potensial rendah. Syarat agar arus listrik mengalir selain adanya beda potensial juga rangkaian listrik harus tertutup.
(Kanginan, 2006)
Arus galvanik menyebabkan elektrolisis. Elektrolisis terjadi karena dua logam yang berbeda potensial dimasukkan ke dalam larutan elektrolit dengan arus listrik searah. Hal itu menyebabkan zat elektrolit mengalami peruraian sehingga terjadi elektrolisis. (liliasari, 2004)
Proses elektrolisis melibatkan 3 komponen penting yaitu anoda, katoda dan saliva sebagai larutan elektrolit. Anoda adalah lokasi dimana ion-ion positif berada, yaitu lokasi dimana akan terjadinya korosi. Reaksinya adalah:
M0 M+ + e-
Elektron bebas dilepaskan dari anoda sehingga terjadi reaksi oksidasi pada anoda sehingga terjadi reaksi oksidasi pada anoda. Sedangkan katoda menangkap elektron bebas yang dilepaskan anoda, sehingga terjadi proses reduksi di katoda, reaksinya adalah: M+ + e-  M0
Larutan elektrolit berfungsi menyediakan ion-ion yang dibutuhkan di katoda dan membawa hasil korosi yang terdapat pada anoda. (Annusavice, 1996)
Pada praktikum ini orden yang digunakan mengalami korosi. Elektrolisis dan korosi terjadi secara bersamaan. Reaksi yang terjadi adalah reaksi reduksi-oksidasi. Di dalam larutan elektrolit terdapat kation, anion, molekul air serta elektroda. Reaksi di katoda adalah reaksi reduksi yang bergantung dari jenis kation dalam larutan. Jika kation berasal dari logam yang potensial elektrodanya lebih besar daripada air (kecuali golongan IA, IIA, Al dan Mn), maka kation dari logam tersebut yang tereduksi. Katoda tidak mungkin ikut bereaksi selama elektrolisis karena logam tidak ada kecendrungan menyerap elektron membentuk ion negatif. Akan tetapi, anoda mungkin saja ikut bereaksi, melepas elektron dan mengalami oksidasi. Pada umumnya logam mempunyai potensial oksidasi lebih besar daripada air., kjecuali logam-logam inert, maka anoda akan teroksidasi. Pada reaksi elektrolisis, selain terjadi reaksi redoks, juga terjadi pengendapan di katoda. Sedangkan di anoda akan terjadi pelarutan terus menerus. (Purba,2004)
Elektron sisa yang berada di anoda akan mengalir ke katoda sehingga anoda akan kehilanagn ion dan katoda akan menerima ion. Hal tersebutlah yang menyebabkan anoda mengalami korosi. (Williams, 1979)

3. KESIMPULAN
1. Dua logam dengan potensial yang berbeda, dalam media elektrolit akan menimbulkan arus listrik (galvanik).
2. Dengan adanya beda potensail yang berbeda, kemudian timbul arus maka akan terjadi elektrolisis atau korosi.

4. DAFTAR PUSTAKA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s