karies

Tugas Oral Medicine

Nama   : Mawar Putri Julica

Nim     : 07/250270/KG/08134

  1. 1. Karies Primer

Karies yang terjadi pada lokasi yang terjadi pada jaringan yang masih sehat dan belum pernah mengalami karies sebelumnya.

  1. 2. Karies sekunder

Karies yang rekuren, karies yang timbul pada lokasi yang telah memiliki riwayat karies sebelumnya,karies yang ditemukan di tepi tambalan. Karies ini dapat terjadi akibat: preparasi kavitas yang kurang baik, restorasi yang kurang efektif, terdapat celah disekitar tambalan amalgam, atau kombinasi dari beberapa hal tersebut. Terjadinya karies sekunder di bawah tambalan yang mungkin disebabkan karena kebocoran tambalan sehingga bakteri dapat berpenetrasi ke jaringan gigi dan kembali menyebabkan karies

  1. 3. Residual caries

Demineralisasi jaringan yang dibiarkan saja sebelum bahan filling diisikan pada tempatnya.(karena pembuangan jaringan karies yang kurang bersih)

  1. 4. Active caries lesion

Merupakan jenis karies yang lesinya terus terjadi secara progresif.

  1. 5. Arrested (inactive) carious lesion

Karies terhenti atau lesi karies yang tidak berkembang bisa disebabkan karena faktor lingkungan. Karies ini biasanya paling sering terjadi dibagian labial maupun lingual gigi, terkadang apabila terdapat perubahan kondisi lingkungan yang sangat baik, dapat menyebabkan karies melambat bahkan terkadang pada lesi karies terjadi proses remineralisasi.

  1. 6. White spot caries/ incipien caries

Merupakan tanda klinis pertama sebelum terjadinya karies, terlihatnya white spot karena terjadinya demineralisasi pada bagian sub permukaan email. Normalnya apabila white spot terlihat permukaannya halus maka tidak aktif, sebaliknya apabila permukaannya kasar menunjukkan bahwa lesi aktif dan berkembang karena meningkatnya porusitas.

  1. 7. Rampant caries

Merupakan jenis karies akut, lesi karies aktif yang terjadi secara multiple pada satu pasien, sering terjadi juga pada daerah yang biasanya bebas karies. istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan sebagian besar atau semua dari gigi susu/decidui atau gigi permanen yang mengalami kerusakan (karies) secara luas dan berkembang dengan cepat.

Daerah gigi yang biasanya mengalami kerusakan adalah gigi depan rahang atas. Gigi susu /decidui tersebut juga merupakan gigi yang pertama kali muncul dalam rongga mulut akan mempunyai kemungkinan waktu terpapar/berkontak paling lama dengan “gula” . Sedangkan gigi depan rahang bawah cenderung terlindungi oleh lidah saat bayi/anak menghisap/minum dengan botol dot.

Dapat terlihat pada gigi permanen remaja dengan oral hygiene rendah dan sering mengkonsumsi makanan yang bersifat kariogenik dan minuman manis sebelum makan. Rampant caries juga dapat terlihat pada individu yang mengalami hiposalivation

Daftar pustaka

Ghom.A.G.2008.  Textbook of Oral Radiology. Delhi: Elsevier.

Hiremath, SS. 2007. Textbook of Preventive and Community dentistry. India: Elsevier.

Kidd, E.M.M. 2005. Essentials of Dental Caries,3rd edition. New York: Oxford University Press.

2 thoughts on “karies

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s