Stres dan Mekanisme Pembelaan Ego

Stres dan Mekanisme Pembelaan Ego
Manusia modern dihadapkan pada stres yg makin besar
Stres memberi vitalitas, dorongan (drive), dan kemajuan (progress)
Stres juga sebabkan banyak problem baik individual maupun masyarakat
Kemajuan teknologi yg cepat sebabkan perubahan sosial, menuntut individu punya adaptive skill
Adaptive skill yang tidak memadai sebabkan unhealthy stress
Secara fisiologik, tidak adanya stres sama sekali sama dengan “kematian”
Kita (petugas kesehatan) berkewajiban membantu individu (pasien) agar punya daya tahan terhadap stres yang optimal dg beri ketrampilan mengolah stresnya
Definisi stres adalah respon fisiologik, psikologik dan perilaku dalam rangka adaptasi atau penyesuaian terhadap tekanan internal dan atau eksternal.
Definisi stresor adalah peristiwa, situasi, orang atau obyek yang dirasakan individu sehingga menyebabkan stress.
Stresor bervariasi sangat luas, dari psikik (frustrasi, konflik), sosial (tekanan, krisis), tekanan dan fisik.
Frustasi timbul bila ada aral melintang antara kita dan maksud (tujuan) kita. Frustasi dari luar contohnya bencana alam, kecelakaan, kematian seseorang, norma- norma, adat istiadat, peperangan, krisis, diskriminasi rasial dan agama, persaingan yang berlebihan dll.
Frustasi dari dalam umpamanya berupa cacat badaniah, kegagalan dalam usaha dan moral.
Konflik terjadi bila kita tidak dapat memilih antara dua atau lebih macam kebutuhan atau tujuan. Jadi ibarat (wuii,, ibarat ckck) kita lagi bingung harus memilih.. hohoho.
“Antisipasi” dan “imajinasi” bisa menjadi stresor krn bisa cetuskan reaksi stres
Kebutuhan & Dorongan → faktor pengaruhi perilaku. Kebutuhan (badaniah, social, psikologik)
Dorongan itu berfungsi unutk menjamin manusia agar berusaha untuk memenuhi kebutuhannya. Dorongan dipengaruhi oleh nilai moral, norma dan lingkungan
“Gagal” atau “tertunda”nya pemenuhan kebutuhan dan dorongan → Stres
Stres bias bersifat positif atau negative.
Sters yang menyebabkan pendiritaan disebut distress.
Daya tahan thd stres: stress/frustration tolerance, tiap orang berbeda. Pertahanan thd stres “jebol” → “dekompensasi” (gangguan jiwa)
Cara mengatasi stres :
Berorientasi pada tugas
Menghadapi tuntutan secara sadar, realistik, obyektif dan rasional
à menghadapi secara frontal (terang-terangan)
à sengaja tidak mau memikirkan
à kompromi
langkahnya:
1. Mempelajari dan menentukan persoalan
2. Menyusun alternatif penyelesaian
3. Menentukan tindakan yg mempunyai kemungkinan paling besar akan berhasil dg akibat yg paling menguntungkan
4. Bertindak
5. Menilai hasil tindakan supaya dapat diambil langkah lain bila kurang memuaskan
Mekanisme pembelaan ego
Tidak semua stres dihadapi dg cara berorientasi pd tugas
Sebagian diatasi dg mekanisme pembelaan ego
Ego adalah inti dari pribadi manusia, keadaan yg mengancam eksistensinya akan dilawan dg “mekanisme pembelaan”
Tujuan mekanisme tsb à memperlunak kegagalan, hilangkan kecemasan, kurangi perasaan menyakitkan, pertahankan harga diri
Bersifat tidak disadari, tidak realistik, “menipu diri”
Macam2nya:
– Fantasi
– Penyangkalan
– Rasionalisasi
– Regresi
– Proyeksi
– Formasi reaksi
– Sublimasi
– Kompensasi
– Salah pindah
– “undoing” (pelepasan) atau penebusan
– Isolasi emosi
– Simpatisme
– “acting out”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s