ORAL ULCER

ORAL ULCER

Secara umum, ulcer yang telah ada selama kurang dari 3 minggu termasuk akut, sedangkan yang bertahan lebih dari 3 minggu termasuk ulcer kronik. Ulcer akut adalah ulcer yang menunjukkan adanya infeksi akut dan peradangan akut. Daerah terkena menjadi bengkak dan hiperemi, dan dasarnya kotor. Mungkin dijumpai limfadenitis inguinal dan tanda serta gejala infeksi akut seperti demam, leukositosis dsb. Ulcer kronik lebih tenang, sedikit discharge, terdapat hiperkeratotik, dengan jaringan fibrosa yang padat dan dasar ulcer berwarna pucat tertutup jaringan granulasi yang tidak sehat. Ulcer tampak statis tanpa tanda-tanda menyembuh.

Solitary ulcers appearing in a first episode

Acute ulcer

Traumatic ulcers dan chemical/thermal burn

Traumatic ulcers dan perlukaan akibat zat kimia atau thermal biasanya memiliki sejarah yang jelas dan tidak terlalu sakit  dibandingkan aphthous ulcers. Traumatic ulcers terdiri atas dasar ulcer yang berwarna kuning dan dikelilingi oleh eritema dan hyperkeratosis. Selama pemeriksaan wawancara dengan pasien biasanya penyebab untuk mengidentifikasi kasus ini adalah penggigitan yang tidak disengaja (accidental biting) atau pemasangan gigi tiruan yang kurang baik. Ulcer ini sering kali mengenai permukaan lateral lidah, mukosa bukal, lipatan mukobukal dan bibir (lokasi-lokasi yang mudah tergigit ataupun terkena iritasi gigi tiruan). Sebagian besar jenis ulcer ini akan sembuh dalam waktu 3 minggu selama penyebab yang terlihat jelas dihilangkan.

Chronic ulcer

Traumatic ulcerative granuloma

Sewaktu-waktu, traumatic ulcer pada lidah mungkin tidak sembuh dan tetap ada hingga kemudian menjadi traumatic ulcerative granuloma dengan stromal eosinophilia. Ulcer ini merupakan kawah yang dalam dengan tepi yang meninggi dan mengeras yang dengan mudahnya dapat terlihat seperti keganasan. Eksisi yang incomplete dari ulcer ini dapat menuju kepada recurrence.

Differential diagnosis of solitary ulcers appearing in first episode:

Local factor infectious Immune mediated
acute Traumatic ulcer none None
Chemical burn
Thermal burn
chronic Squamous cell carcinoma Tuberculosis ulcer Chronic ulcerative stomatitis
Traumatic ulcerative granuloma Primary syphilis : chancre Wegner’s granulomatosis
Necrotizing sialometaplasia Deep fungal infection
Ulcerated bony sequestrum Cytomegalovirus infection

Differential diagnosis  of multiple ulcers appearing in a first episode:

Local factor infectious Immune mediated
acute none Primary herpetic gingivostomatitis Erythema multiforme
Hand-foot-mouth disease Reiter syndrome
herpangina Sweet’s syndrome
Acute necrotizing ulcerative gingivitis
chronic none none Contact mucositis

Differential diagnosis  of multiple ulcers appearing in a recurrent episode:

Local factor infectious Immune mediated
acute none Recurrent herpetic infection Minor/major aphthous ulcers
Bechet’s syndrome
MAGIC syndrome
PFAPA
TRAPS
Celiac disease
Crohn’s disease
Cyclic neutropenia
Erythema multiforme
chronic none HSV infection in immunocompromised patients Lichen planus
Mucous membrane pemphigoid
Pemphigus vulgaris

MAGIC : mouth and genital ulcers with inflamed cartilage

PFAPA : periodic fever, aphthous stomatitis, pharyngitis, and cervical adenitis

TRAPS : tumor necrosis factor receptor associated periodic syndrome

Multiple ulcers appearing in a first episode

Acute

Pasien dengan oral ulcers yang berhubungan dengan primary herpetic gingivostomatitis, herpangina, dan hand-foot-and-mouth disease memiliki symptom lain berdasarkan viral infection yang bersifat akut seperti fever, malaise, headache, dan sore throat.

Multiple ulcers appearing in a recurrent episode

Acute

Sebagian besar ulcer ini berupa RAS atau recurrent HSV ulcerasi. Ulcer tidak dibedakan dari RAS tejadi sewaktu-waktu sebagai reksi hipersensitif untuk obat-onat tertentu atau sebagai manifestasi dari penyakit sistemik seperti AIDS, BS, celiac disease, inflammatory bowel disease, dan PFAPA syndrome. Untuk masalah komplikasi, beberapa penyakit immunologi dan alergi menghasilkan oral ulcer yang seringkali sulit dibedakan dengan RAS. Untungnya, RAS mudah dibedakan dengan penyakit-penyakit ini dengan evaluasi riwayat dan klinis dengan cermat.

Kronik

Kelompok penyakit ini sering didiagnosa secara keliru selama berminggu-minggu smapai berbulan-bulan. Dalam penyakit rekuren, seperti misalnya lesi yang dijumpai pada pasien dengan stomatitis aftosa, pasien dapat mengalami ulserasi yang berkesinambungan dari mukosa mulutnya, akan tetapi masing-masing lesi akan sembuh dan akan terbentuk yang baru. Dalam kategori dari penyakit ini, lesi yang sama bisa terdapat selama berminggu-minggusampai berbulan-bulan. Penyakit yang utama dalam kelompok ini adalah pemhigus vulgaris, pemphigus vegetans, bullous pemphigoid, dan erosive liken planus.

Dapus :

Ball, Gene ; Bridges, S.Louis . 2008. Vasculitis. USA :Oxford University Press

Lynch, Malcolm, et all. 1992. Ilmu penyakit Mulut : Diagnosis dan Terapi. Jakarta: Binarupa Aksara

One thought on “ORAL ULCER

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s