Tinjauan Tuberculum Anomali Carabelli

Tugas Forensik

Tinjauan Tuberculum Anomali Carabelli

disusun untuk

memenuhi persyaratan mata kuliah

ILMU KED. GIGI FORENSIK

KUG3320-B

dibuat oleh:

Mawar Putri Julica

07/ 250270/ KG/ 08134

Fakultas Kedokteran Gigi

Universitas Gadjah Mada

2010

1.Struktur Tuberkulum Anomali Carabelli (TAC)

Antropologi dental dimulai pada sekitar abad 19, di mana antropolog dan ahli anatomi melihat adanya variasi morfologis gigi, dan mulai mendeskripsikannya. Variasi morfologi ini diduga berkaitan dengan variasi biologis manusia dari sisi non-dental, sehingga ada kaitannya dengan jenis-jenis ras manusia. Jenis karakteristik gigi yang mula-mula ditemukan adalah Carabelli cusp atau kadang disebut dengan Carabelli trait. Cusp ini banyak dijumpai pada orang Eropa. (Artaria,2007). etiologi dari tonjol Carabelli tetap tidak diketahui. Genetik dan faktor eksogen telah diajukan. Kebanyakan penelitian setuju bahwa penampilan fenotipik tonjol ditentukan secara genetik. Menurut Dietz (1994), harus ada gen dominan yang bertanggung jawab atas kehadiran tuberkel carabelli ini. (Mavrodisz, et al., 2007)

Gambar.Carabelli trait pada molar pertama (M1) atas kanan, dilihat dari oklusal(Carbonell,1960)

Sebagai cusp, Carabelli trait ini mempunyai ukuran yang bervariasi. Ukurannya mulai dari bentuk sebagai tonjolan kecil, sampai dengan cusp yang ukurannya sama besar dengan cusp inti. Kadangkala, Carabelli ini berupa cingulum yang muncul di bagian lingual. Hal seperti ini juga dijumpai pada primata selain manusia, misalnya chimpanzee, gibbon, orangutan dan gorilla

Alvesalo et Al3 (1975) meneliti 233 pasien penduduk pedesaan di Finlandia untuk kehadiran toonjol carabelli. 79% dari mereka memiliki tonjol di molar pertama. Terjadinya struktur bilateral dengan berbagai derajat asimetri. Mereka mengklasifikasikan struktur carabelli sebagai berikut:

1. Permukaannya halus.

2. satu groove atau parit.

3. double groove atau alur berbentuk Y.

4. Sedikit tonjol kecil atau titik puncak.

5. Puncak tonjol yang besar

Stuktur dari carabelli adalah berbentuk tuberkulum atau tonjolan kecil, atau groove, sering terdapat di permukaan palatal dari tonjol mesiopalatal dari molar permanen rahang atas dan molar decidui kedua rahang atas.(Biggerstaff R.H, 1973) termasuk mencakup berbagai jenis variasi, mulai dari sama sekali tidak ada pit, groove, tuberkulum, kups (tonjol). (Abrams,L., et al, 1992). Notasi ini memberikan dasar bagi upaya awal untuk mendapatkan skala deskriptif. Suatu tinjauan pustaka mengenai fitur ini menunjukkan perubahan dalam etnis dan dalam beberapa kasus Dimorfisme seksual.

Dietz (1944) menemukan bahwa tuberkulum carabeli atau tonjol carabelli memiliki berbagai macam ekspresi, dia menjelaskan 4 jenis kategori: lobular, cuspoid, ridges dan pitted. Oleh karena variasi dari penampakan dari tonjol carabelli, termasuk indentasi permukaan (ridges atau pit),  dirasakan bahwa istilah Carabelli’s Anomaly (tuberkulum anomaly carabelli= TAC) lebih banyak diterapkan berdasarkan pada fakta. Anomaly ini paling sering terdeteksi secara simetris di kedua sisi rahang atas (Alvesalo et al., 1975). Anomali umumnya bilateral, tetapi Dietz (1944) menemukan kasus unilateral yang langka. Hal ini terjadi biasanya pada molar pertama rahang atas, meskipun Carabelli sendiri menunjukkan bahwa tonjol carabeli dapat terjadi di salah satu molar rahang atas. Kejadian yang paling langka di molar ketiga Sejak itu banyak penelitian telah dilakukan pada morfologi dari tonjol carabelli, yang merupakan penemuan penting pada antropologi, dan modus hereditas. Kejadian dan tingkat ekspresi di antara spesies yang berbeda, yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan untuk membandingkan berbagai populasi (Palomino et al., 1977). Ini merupakan produk akhir dari interaksi dari sebuah sistem yang kompleks dari faktor lingkungan dan ontogenetic. Terkadang tuberkulum carabelli muncul pada molar kedua rahang atas di bagian cuspid mesiopalatalnya.(Indriati, 2004)

2. Insidensi Tuberkulum Anomali Carabelli (TAC)

Carabelli trait ditemukan oleh Georg von Carabelli pada tahun 1842. Dia adalah seorang dokter gigi yang dipekerjakan oleh Kaisar Franz di Austria. Carabelli trait adalah accessory cusp yang letaknya pada bagian mesiolingual molar atas. Frekuensi kemunculan dari tonjol carabelli telah di laporkan di banyak tulisan. Karakteristik ini banyak di temukan pada bangsa eropa. Pada laporan lain melaporkan tonjol ini ditemukan jarang pada suku Indian, aborigin,Australia, bangsa china, Eskimo dan negroid.(Tedeschi, C.G.,et al, 1988)

Pada populasi kaukasoid memiliki perbedaan denga ras mongoloid, karena kaukasoid memiliki prevelensi dari tuberkel carabelli yang lebih tinggi( Hsu et al. , 1997 ).sesuai dengan penelitian, perkawinan antara ras eropadan mongoloid dapat mereduksi prevalesnsi kemunculan tuberkulum pada ras europid(eropa-mongoloid).(Mavrodisz,K., et al, 2007)

Pada salah satu studi di suku Saudi Arabia, ditemukan Hasil lebih lanjut menunjukkan bahwa walaupun varietas TB(tuberculum) lebih sering terlihat di salah satu dari dua jenis gigi lebih kasus dalam pertumbuhan gigi permanen daripada di gigi primer. Hal ini konsisten dengan temuan oleh Salako et al 1993 antara etnis Yoruba di Nigeria. Penjelasan untuk fenomena ini mungkin berkaitan dengan perbedaan dalam periode waktu pengembangan dan waktu yang diperlukan untuk Odontogenesis relatif pendek di gigi primer dibandingkan dengan pertumbuhan gigi permanen. Hal ini dapat menyebabkan perkembangan yang kurang ditandai dari karakteristik morfologi dari setiap gigi primer. Nilai prevalensi diperoleh untuk penduduk Saudi serupa dengan Malaysia (Rushman.), tetapi lebih rendah daripada populasi lain dalam penelitian lain.

Karakteristik ini seringkali ditemukan pada sudut mesiolingual M1 permanen atau M2 gigi sulung, dan kadang-kadang dijumpai pada M2 permanen. Pada penelitian yang mengkorelasikan antara Carabelli cusp dengan ukuran mahkota gigi, ternyata terdapat korelasi yang positif antara besarnya Carabelli cusp dengan ukuran mahkota gigi. Ada indikasi dimorfisme sexual pada ukuran Carabelli cusp, di mana laki-laki cenderung mempunyai cusp yang lebih besar, meskipun tidak semua penelitian menghasilkan kesimpulan yang sama . (Harris,E.F., 2007). Pada penelitian Hsu et al., ditemukan juga bahwa terdapat korelasi yang positif antara kemunculan Carabelli cusp dan Shovel shape pada populasi di Cina di Taiwan dan Bunun (penduduk asli di Taiwan), khususnya pada populasi yang pertama.

3. Tonjol lain

Hypocone

Dari sisi evolusi gigi manusia, hypocone adalah yang paling belakangan muncul. Bentuknya cukup bervariasi, terutama pada molar ke dua. Hypocone sangat sering dijumpai di Afrika, dan cukup sering dijumpai di Asia. Identifikasi hypocone pada umumnya tidak terlalu sulit, kecuali pada molar ke 2 dan molar ke 3, di mana kadang kala hypocone sulit dibedakan dengan metaconule

Metacone (Cusp 3)

Metacone (cusp 3) pada molar atas mempunyai ukuran yang bervariasi.Turner 2 memberikan skor mulai 0 sampai 5 berdasarkan besarnya relative terhadap cusp yang lain.

Gambar . Metacone (Cusp 3) molar atas

Cusp 5 (Metaconule)

Metaconule (Cusp 5) ditemukan pada bagian oklusal, pada distal marginal ridge molar atas, di antara metacone dan hypocone, tetapi lebih dekat pada metacone. Kemunculan metaconule lebih sering pada molar 1 atas, meskipun dapat pula dijumpai pada molar 2 dan 3, sehingga scoring dilakukan pada molar ke satu. Pada penelitian yang dilakukan di Melanesia, meskipun metaconule dijumpai lebih sering pada molar ke 1, tetapi ketika muncul di molar ke 2 dan ke 3, ukurannya lebih besar.

Gambar. Variasi besarnya Metaconule (cusp 5 atau C5) pada molar atas. Terletak pada distal marginal ridge molar atas ke satu.

Parastyle

Parastyle terletak pada permukaan buccal paracone molar atas ke 3, atau ke 2, dan lebih jarang dijumpai pada molar ke 1. Parastyle kadang disebut sebagai paramolar tubercle. Meskipun jarang dijumpai, bisa saja parastyle muncul pada bagian buccal metacone.

Gambar. Parastyle pada molar atas

DAFTAR PUSTAKA

Alvesalo N , Nuutila M , Portin P 1975 The cusps of Carabelli, occurrence in fi rst upper molars and evaluation of its heritability . Acta Odontologica Scandinavica 33 : 191 – 197

Artaria, Myrtati D. 2007. Variasi Non-Metris pada Geligi Manusia. Departemen Antropologi, FISIP, Universitas Airlangga

Biggerstaff R.H., Heritability of the Carabilli Cusp in Twins; J Dent Res. 1973;52(1):40-44.

B. S. Kraus, R. E. Jordan, L. Abrams, Kraus’s Dental Anatomy and Occlusion; Second Edition, ch.5:75,1992.

Carbonell, V.M. The Tubercle Of Carabelli In The Kish Dentition, Mesopotamia, 3000 B.C. J Dent Res 1960; 39; 124

Dietz, V. 1944. A Common Dental Morphotropic Factor, The Carabelli Cusp. J. Am. Dent. Ass. 31: 784-789. Sit; Kraus, B.S. 1950.Carabelli’s Anomaly Of The Maxillary Molar Teeth, Observations On Mexicans And Papago Indians And An Interpretation Of The Inheritance. Department Of Anthropology, University Of Arizona, Tucson, Arizona

Harris, E. F. Carabelli’s Trait And Tooth Size Of Human Maxillary First Molars. Am J Phys Anthropol. 2007 , Vol. 132(2):238-46.

Hsu, J.W., Tsai, P.L., Hsiao, T.H., Chang, H.P., Lin, L.M., Liu, K.M., Yu, H.S., Ferguson, D. The Effect Of Shovel Trait On Carabelli’s Trait In Taiwan Chinese And Aboriginal Populations. J Forensic Sci. 1997, Vol. 42(5):802-6.

Indriati, E. 2004. Antropologi Forensik. Jogjakarta: Gadjah Mada University Press.

Khraisat, A., Taha, S.T., Jung, R.E., Hattar, S., Smadi, L., Al-Omari, I.K., Jarbawi, M. Prevalence, Association, And Sexual Dimorphism Of Carabelli’s Molar And Shovel Incisor Traits Amongst Jordanian Population Odontostomatol Trop. 2007, Vol. 30(119):17-21.

Mavrodisz, K., Rózsa, N. , Budai, M. , Soós, A ., Pap,  I. And Tarján,  I.. Prevalence Of Accessory Tooth Cusps In A Contemporary And Ancestral Hungarian Population. European Journal Of Orthodontics 29 (2007) 166–169

Palomino H , Chakraborty R , Rothlammer F. 1977 Dental Morphology And Population Diversity . Human Biology 46 : 6 – 7. Sit:  Mavrodisz, K., Rózsa, N. , Budai, M. , Soós, A ., Pap,  I. And Tarján,  I.. Prevalence Of Accessory Tooth Cusps In A Contemporary And Ancestral Hungarian Population. European Journal Of Orthodontics 29 (2007) 166–169

Salako N.O., Allen A.O. Ashiru O.A. A Study Of The Carabelli Trait In The Nigerian Ethnic Population. Pediatric Dental Journal 1993, 3: 31-34.

Tedeschi, C.G., Eckert, W.G., Tedeschi, L.G. 1988. Forensic Medicine. Philadelphia: W.B. Sauders Company.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s