sentrik relasi

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Pasien edentulous tidak ada bimbingan proprioseptif dari gigi mereka untuk membimbing pergerakan mandibulaproprioseptif sumber dorongan bagi pasien edentulous ditransfer ke gerakan rahang. hubungan centric yang memiliki fitur penting berikut. dapat dipelajari, dan dicatat ulang, serta posisi yang tetap konstan sepanjang hidup.dokter gigi harus mengarahkan pasien dengan sabar untuk menggerakan mandibula dari posisi sentrik relasi. Karena sentrik relasi dapat di pelajari (bukan posisi default). (Nallaswamy, 2004)

Relasi sentrik sangat penting untuk kenyamanan gigi, periodonsium, otot penguyahan dan nervus yang berasosiasi, banyak konsep dari oklusi berdasarkan dari ke harmonisan relasi sentrik (Pantaleao, et all., 1993)

Relasi sentrik merupakan  lokasi akhir yang baik untuk mengunyah dan nyaman posisi normal bagi semua orang yang memiliki sendi rahang relatif sehat (Gerard, et all., 2001)

Kehilangan hubungan sentries, dapat menyebabkan ketidakseimbangan otot dengan otot meningkat, overactivity otot, kejang, dan nyeri akibat perubahan posisi condylar di fosa  (Seth, et all., 2004).

Posisi oklusi gigi-geligi berperan besar dalam keadaan fisiologis. Selain factor fisiologis, kenyamanan merupakan factor penting lain yang menyebabkan oklusi gigi-geligi perlu diperhatikan secara tepat dan akurat. Suatu gigi yang hilang harus segera diganti dengan gigi tiruan agar tidak mengganggu fungsi oklusi. Pada hakikatnya penggantian gigi tiruan berfungsi untuk pengunyahan, pengucapan, estetis, menjaga kesehatan jaringan, serta mencegah kerusakan lebih lanjut dari struktur organ rongga mulut. Untuk menunjang fungsi-fungsi diatas diperlukan keseimbangan dan keharmonisan antara komponen system pengunyahan, baik gigi-geligi, otot dan sendi temporomandibular yang semuanya berfungsi dengan baik.

Posisi dan oklusi gigi berperan penting dalam mengunyah dan menelan. Oklusi dapat diartikan sebagai kontak anatara gigi-geligi secara langsung yang saling berantagonis dari satu rangkaian gerakan mandibula.

Relasi sentrik merupakan relasi retrusi mandibula terhadap maxilla. Disini mandibula telah terdorong kebelakang dan karena itu tidak ada alasan untuk menyebut mandibula berada pada posisi sentral. Kerancuan istilah ini makin bertambah dengan diperkenalkannya kata sifat “tegang” dan tidak seorangpun yakin istilah mana yang cocok. Relasi sentrik juga disebut sebgai posisi kondilus mandibula yang paling belakang, paling tengah dan paling atas terhadap fossa glenoidea.

Keadaan yang sangat penting inilh yang harus dipahami oleh setiap dokter gigi untuk menciptakan keadaan sentrik yang baik agar tidak merusak fungsi dari hubungan relasi tersebut.

I.2. Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar mahasiswa dapat mengetahui dan

memahami apa yang dimaksud dengan relasi sentrik pada pembuatan gigi tiruan lengkap serta hal-hal lainnya yang terkait dengan relasi sentrik.

BAB II

ISI

II.1. Definisi Relasi Sentrik

Istilah relasi sentrik diartikan secara berbeda-beda dalam penerapannya pada pengembangan restorasi dental. Tetapi untuk meningkatkan komunikasi antar bidang kedokteran gigi perlu digunakan satu definisi yang sama.

Relasi sentrik didefinisikan sebagai (1) posisi mandibula yang sesuai dengan posisi oklusi median, (2) posisi mandibula yang ditentukan oleh refleks neuromuskular yang dipelajari ketika gigi-gigi sulung beroklusi, (3) posisi mandibula yang terjadi ketika pusat gerakan vertikal dan lateral berada pada posisi engsel paling posterior, (4) hubungan mandibula terhadap maksila saat mandibula bertahan ketika menelan, (5) posisi mandibula yang sama dengan posisi istirahat fisiologis, (6) posisi mandibula saat menelan. Kerancuan dalam terminologi ini diperburuk dengan adanya perbedaan pendapat tentang hubungan antara relasi sentrik dan posisi interkuspal. Beberapa penulis menganggap bahwa ini adalah posisi muskular berdasarkan anggapan bahwa posisi ini merupakan yang paling sering digunakan dalam fungsi. Kedudukan ini didefinisikan sebagai posisi yang dicapai setelah mandibula bergerak menutup secara relaks dari posisi istirahat, dan biasanya bertepatan dengan posisi interkuspal (atau hubungan gigi-geligi) pada geligi asli. Meskipun demikian, riset menunjukkan bahwa posisi muskular sangat bervariasi dan tidak dapat dicatat dengan ketepatan yang sama seperti posisi retrusi.

Kerancuan ini dapat dihilangkan dengan menerima satu definisi : Relasi sentrik ialah posisi mandibula paling mundur terhadap maksila pada dimensi vertikal yang telah ditetapkan. Semua posisi mandibula yang lain dalam bidang horizontal adalah eksentrik dan dapat diberlakukan pada relasi sentrik tanpa mengubah atau mengacaukan pengertiannya. Persaingan yang jelas antara relasi sentrik/posisi kontak mundur dan posisi muskular yang dipakai unutuk mencatat hubungan horizontal antar-rahang supaya telah dimenangkan oleh konsep pertama (setidak-tidaknya, menurut literatur prostodontik).

(Zarb, George, et all,2002)

II.2. Konsep dan Metode Pencatatan Relasi Sentrik

Konsep relasi sentrik :

  1. Konsep pertama :

Pencatatan harus dilakukan dengan tekanan penutupan minimal sehingga jaringan yang mendukung basis gigi tiruan tidak akan bergeser pada saat catatan diambil. Tujuan konsep ini adalah supaya gigi geligi yang berlawanan dapat menyentuh secara merata dan serentak pada saat terjadi kontak pertama. Kontak gigi secara merata tidak akan merangsang pasien untuk menggertakkan giginya dan merelasikan otot-otot penutup pada periode antara pengunyahan.

  1. Konsep kedua :

Pencatatan harus dilakukan dengan tekanan penutupan yang kuat sehingga jaringan dibawah lempeng pencatat akan bergeser pada saat pencatat dilakukan. Tujuan dari konsep ini adalah untuk menghasilkan perubahan bentuk jaringan lunakyang sama seperti yang akan terjadi bila ada tekanan penutupan yang berat pada gigi tiruan. Jadi, tekanan-tekanan oklusal akan dibagi sama rata pada tulang alveolar bila gigi tiruan menerima beban oklusal yang berat. Tetapi bila pembagian tekanan di jaringan lunak tidak sama berat, gigi-geligi tidak akan berkontak merata pada saat kontak pertama terjadi.

(Zarb dkk., 2001)

Bermacam-macam metode yang dipakai untuk mencatat relasi sentrik dapat diklasifikasikan sebagai cara static dan cara fungsional.

  1. A. CARA STATIK

Meliputi pertama menempatkan mandibula dalam hubungan relasi sentrik terhadap maksila, kemudian mencatat hubungan kedua galengan gigit satu sama lain. Metode ini memiliki keuntungan karena pergeseran basis pencatat terhadap tulang penghubung hanya minimal. Pencatatan static intra-oral dilakukan dengan malam atau gips, dengan atau tanpa jarum pencatat di tengah, serta dengan atau tanpa alat pencatat ( tracing devices) intra-oral atau extra-oral guna menunjukkan hubungan relative antara kedua rahang.

  1. B. CARA FUNGSIONAL

Melibatkan aktifitas atau gerakan fungsional mandibula pada saat dibuat pencatatan. Cara-cara ini mempunyai keburukan, karena menyebabkan pergeseran basis pencatat ke lateral dan anteroposterior terhadap tulang pendukung pada saat pencatatan dilakukan. Pencatatan pada cara fungsional meliputi bermacam-macam teknik mengunyah yang dianjurkan oleh Needles, House, serta Essig dan Patterson. Termasuk pula cara menelan untuk menempatkan dan mencatat posisi relative kedua rahang.

Kedua metode untuk mencatat relasi sentrik diatas, masing-masing dapat dilakukan secara intra-oral maupun extra-oral.

a) PENCATATAN GRAFIS EXTRA-ORAL

Goreskan ujung jarum pada meja pencatat yang dilapisi oleh karbon atau malam dapat dipakai untuk menunjukkan posisi RB relative terhadap RA pada bidang horizontal (Gbr.A). Goresan ini berbentuk kira-kira seperti lengkung gothic sehingga diberi nama Goresan Lengkung Gothic, atau dikenal pula sebagai goresan bertbentuk ujung anak panah.

Untuk membuat goresan berbentuk anak panah atau goresan ujung jarum, satu kondilus bergerak ke depan dan ke dalam saat mandibula bergerak ke lateral dan kondilus yang lain berotasi dan bergerak ke arah yang berlawanan. Gerakan-gerakan ini mendekati rotasi secara berganti-ganti sekeliling kedua kondilus. Gerakan ini memotong garis yang terbentang ke suatu titik yang menunjukkan posisi paling mundur dari kedua kondilus. Karena itu bila kedua kondilus sedang beristirahat dalam posisinya yang paling mundur, ujung jarum pencatat akan beristirahat pada puncak goresan yang terbentuk (Gbr. B). Goresan ujung jarum pada dasarnya adalah suatu gambatran tunggal dari posisi mandibula dan gerakan-gerakannya pada bidanag horizontal.

Gambar A dan B

Banyak goresan ujung jarum tidak menunjukkan relasi sentrik yang tepat karena puncakanya membulat. Gerakan-gerakan lateral harus dilakukan sampai diperoleh goresan dengan puncak yang tajam, yang menunjukkan posisi mundur mandibula yang tepat. Goresan dengan ujung yang tumpul atau membulat terjadi bila kondilus tidak mencapai posisinya yang paling mundur dalam mangkok sendi atau bila basis pencatat bergerak dalam jaringan pendukungnya. Puncak yang membulat dapat dibetulkan hanya dengan mengulang gerakan mandibula dari sisi ke sisi dan dalam hubungan protrusi terhadap maksila. Alat penggores dengan jarum ditengah-tengah mempunyai meja pencatat yang memungkinkan pasien untuk memajukan dan memundurkan mandibula dengan mudah pada saat pencatatan.

Goresan ganda, satu di depan yang lain, juga dapat dibuat dengan menambah atau mengurangi dimensi vertical yang digunakan untuk membuat pencatatan. Dengan pemegang jarum pencatat di titik sentral, jarum pencatat bias dinaikkan atau diturunkan. Kedua cara penggoresan ini memberikan gambaran yang bagus tentang posisi sentrik yang berbeda-beda pada dimensi vertical  oklusal yang berbeda-beda. Pencatat extra-oral mempunyai perpanjangan cukup jauh dari basis pencatat, sehingga goresan yang diperoleh diperbesar dan mudah dievaluasi. Goresan yang dilakukan di dalam mulut, atau dekat dengan galengan gigit, sering terlihat kecil, dan sulit diperoleh puncak yang tajam. Beberapa alat pencatat mempunyai penunjuk titik sentral yang dikombinasikan dengan jarum penggores yang ditempatkan pada titik tersebut, dan goresan dibuat pada lempeng yang terdapat sebagai lawannya.

Pencatat yang menggunakan penunjuk titik sentral ditempatkan dan dilekatkan pada basis galengan gigit secara hati-hati di pusat rahang, baik dalam arah lateral maupun dalam arah anteroposterior, hingga tekanan akan dibagikan secara sama rata dalam arah lateral maupun dalam arah anteroposterior (Gb. C). Ini diperkirakan berdasarkan dugaan bahwa letak pusat galengan gigit mandibula bertepatan dengan pusat galengan gigit maksila. Namun, ada suatu rentang tertentu; jadi kesamaan tekanan dapat dicapai dengan cukup baik bila letak kedua pusat berdekatan. Karena itu tidak dibenarkan untuk menggunakan alat pencatat dengan penunjuk titk sentral jika hubungan antar alveolarnya tidak normal atau bila ada jaringan lunak yang berlebihan pada proseesus alveolarisnya. Demikian pula, adanya jaringan lunak pendukung yang berbeda-beda ketebalannya dapat menyebabkan kesalahan-kesalahan dalam arah vertikal, meskipun mandibulanya sendiri berada dalam posisi relasi sentrik horizontal yang benar.

Gambar C

Kecuali puncaknya yang merupakan petunjuk lokasi lokasi sentrik, perlu diingat agar tidak menerima setiap bagian goresan yang dihasilkan. Bila tekana pengunyahan pasien ringan, ia mungkin sering menutup rahang dalam posisi eksentrik.

Pencatat ekstraoral dapat digunakan pada galangan gigit dari malam atau kompon yang dilekatkan pada bassis sementara dikombinasikan dengan penunjuk titis sentral. Pencatat ekstraoral yang tanpa penunjuk titik sentral dianggap kurang memuaskan karena meskipun alat ini menunjukkan posisi mandibula yang benar dalam arah anterioposterior, namun tidak mencata hubungan (superoinferior) maksilo mandibular yang benar. Sangat sulit untuk mempertahankan tekanan yang sama pada balok-balok malam atau kompon; dengan demikian mengunci hubungan rahang berpedoman pada hasil goresan tanpa penunjuk titk sentral tidaka banyak berarti.

b) PENCATATAN RELASI SENTRIK INTRAOKLUSAL

Pencatatan intraklusal dibuat dengan menggunakan bahan pencatat yang diletakkan diantara kedua galangan gigi, basis gigi tiruan percobaan, atau gigi tiruan lengkapnya. Bahan yang biasa digunakan untuk ini adalah gips, malam, pasta oksida seng eugenol (OC) dan resin akrilik polimerasi dingin. Pasien menggigit kearah bahan pencatat dengan RB pada posisi paling mundur dan berhenti pada hubungan vertikal yang sebelumnya telah dilakukan. Pencatatan intraoklusal relative mudah dibuat tetapi hasilnya tergantung pada penilaian klinis dokter gigi dan kerjasama antara dokter gigi dan pasien. Metode ini sederhana karena alat-alat mekanik tridak dipasang dalam mulut pasien dan tidak dilekatkan pada galangan gigi.

Dalam beberapa hal, pencatatan interoklusal lebih disukai daripada pencatatan dengan bantuan alat mekanik. Pada awalnya pencatatan relasi sentrik hanya dilakukan dengan menggunakan lapisan malam yang tebal. Ini menghasilkan hasil pencatatan yang tidak baik dan tidak akurat. Kendala dalam pencatatan dengan malam mencakup pelunakan malamnya tidak dapat merata dan ketebalannya sukar dibuat sama hingga memungkinkan terjadinya distorsi dalam hasil pencatatan. Bahan cetak gips, pasta OSE, resin akrilik, polieter, dan silicon memberi perlawanan yang kecil saat pasien menggigit kedalamnya; perlawanannya seragam diseluruh bahan dan setelah mengeras kekerasannya cukup hingga catatan interoklusal yang dihasilkan tidak mudah mengalami distorsi. Dengan menambahkan sedikit alcohol ke dalam pasta OSE, pengerasan dapat dipercepat. Hal ini menguntungkan untuk pasien yang basis gigi tiruannya goyang.

Cara membuat pencatatan interoklusal dengan gips sangat sedarhana. Pasien didudukkan tegak dengan nyaman diatas kursi gigi dengan kaki santai ditempat kaki. Kepala ditopang oleh sandaran kepala agar tidak bergerak-gerak, demikian pula setiap gerakan galangan gigit dan bahan pencatat harus dikendalikan. Ibu jari dan telunjuk atau jari tengah tangan dokter gigi diletakkan diantara gigi geligi atau galengan gigit yang berhadapan. Tangan dibalik untuk menutup mata pasien agar tidak merasa cemas bila pasien melihat kekecewaan dokter sewaktu instruksinya tidak diikuti dengan baik. Jari telunjuk tangan yang lain ditempatkan pada permukaan labial gigi-gigi anterior bawah atau pada galengan gigit untuk menahan basis gigi tiruan di tempatnya sambil merasakan gerakan anteroposterior mandibula. Pada saat pasien menutup mulut dalam relasi sentrik, dokter gigi menyingkirkan ibu jari dan telunjuknya, hingga kekuatan gerakan menutup dapat menahan kedua basis gigi tiruan pada posisisnya yang benar di atas tulang alveolar (Gb. D).

Gambar D

Cara lain, yang mirip dengan yang tersebut di atas, utuk menempatkan tangan dokter gigi adalah sbb:

Satu tangan menahan basis gigi tiruan atas dalam posisinya, sambil tangan yang lain mengendalikan RB. Ibu jari dan telunjuk ditempatkan pada basis bawah di bagian Molar satu kiri dan kanan, sedang bagian tengah tangan mendorong dagu perlahanlahan ke belakang. Jari-jari yang lain dipakai untuk memeriksa relasi otot-otot dasar mulut.

Agar dokter gigi maupun pasien terbiasa dengan gerakan menutup mulut seperti yang diperlukan dalam pencatatan ini, dapat diberikan latihan secukupnya. Hubungan gigi-gigi anterior atau galengan gigit yang berhadapan ketika mandibula dalam relasi sentrik pada dimensi vertikal yang diinginkan selama latihan gerak menutup merupakan petunjuk bagi dokter gigi tentang besar jarak antar rahang yang diperlukan bagi pencatatn inter-oklusal tsb. Sebagian besar hasil pencatatan relasi sentrik yang tidak benar dapat dikenal pada saat pencatatan dilaksanakan, tetapi pengecekkan selllanjutnya perlu dilakukan untuk mendeteksi kesalahan-kesalahan kecil. Hal ini dapat dilakukan dengan menyusun gigi-gigi posterior dalam oklusi sentrik di articulator dan melihat oklusinya di dalam mulut.

CARA LAIN UNTUK MENCATAT RELASI SENTRIK

Beberapa metode lain untuk mencatat relasi sentrik memberikan berbagai macam hasil campuran. Beberapa cara dilakukan dengan menyesuaikan galengan gigit sampai keduanya berkontak cukup baik di dalam mulut pada relasi vertikal yang diinginkan. Selembar seluloid atau kertas ditempatkan diantara galengan gigit dan digigit kuat-kuat. Bila kertas dapat ditarik denga mudah, berarti tekanan di sisi tersebut lebih kecil daripada sisi yang lain. Tinggi galengan gigit dikurangi pada tempat yang tekanannya berlebihan, atau ditambah pada tempat yang tekanannya kurang. Prosedur semacam ini seringkali tidak memuaskan.

Metode lain untuk melakukan pencatatan degangan galengan gigit malam ialah dengan memanaskan permukaan salah satu galengan  gigit dan menyuruh pasien menggigit ke dalam permukaan yang telah dilunakkan ini untuk memperoleh catatan hubungan maksilomandibular yang baru (Gambar E). Prosedur ini tidak menghilangkan kesalahan akibat tekanan yang tidak sama.

Gambar E

Kemajuan besar dalam metode melunakkan galengan gigit adalah melunakkan bagian posteriornya dengan panas tinggi dan membiarkan bagian anteriornya dingin untuk memperoleh dimensi vertical oklusal yang telah ditentukan sebelumnya. Pemanasan tinggi ini kadang­kadang disebut pooling. Pemanasan tinggi dilakukan de­ngan menusukkan spatel malam yang panas ke dalam galengangigit bawah, mula mula pada situ sisi kemudian di sisi yang lain, hingga dapat memberi waktu bagi bagian dalam malam yang panas untuk juga melunakkan secukup­nya bagian luarnva, sehingga dinding luarnya akan mu­dah berubah bentuk bila tertekan waktu pasien mengigit. galengan gigit atas tidak dilunakkan, sehingga tidak akan dipengaruhi selama berkontak dengan galengan gigit ba­wah yang lunak. Setelah malam didinginkan, kelebihannya dibuang, karena bila tidak akan membimbing mandibula kembali ke dalam hubungan yang sama ketika dilakukan gerakan menutup berikutnya. Dengan kata lain, kelebihan malam tidak mungkin dapat digunakan untuk memeriksa atau mengubah pencatatan relasi sentrik.

Satu metode yang lain lagi yaitu dengan menggunakan malam yang dilunakkan, yang diletakkan di atas permukaan oklusal gi-geligi posterior bawah. Malam pencatat tidak diletakkan diatas gigi-gigi anterior agar tidak membuat pasien terpicu memajukan mandibulanya. Pada metode ini gigi-gigi atas menggigit ke dalam malam, dan bukan malam berkontak dengan malam seperti pada metode-metode yang lain. Dibandingkan dengan metode yang lain, kebaikan metode ini ialah hanya sejumlah kecil permukaan yang berkontak, dan bukan permukaan malam yang luas. Keburukannya ialah seringkali pencatatan dilakukan pada dimensi vertical oklusal yang meningkat untuk mencegah berkontaknya gigi-gigi lawan.

Pencatatan relasi sentrik dengan cara menelan dan mengunyah pada galengan gigit (chew-in) termasuk teknik fisiologis. Pada salah satu teknik, malam lunak berbentuk kerucut diletakkan diatas basis gigi tiruan percobaan bawah. Kerucut malam ini berkontak dengan permukaan oklusal galengan gigit atas pada saat pasien menelan. Ini menghasilkan pencatatan relasi horizontal mandibula terhadap maksila (gambar f). Sayangnya, posisi mandibula yang dicatatat dengan metode ini tidak selalu cocok dengan relasi sentrik dan tidak dapat diulang.

Gambar F

(Zarb, George, et all,2002)

Faktor dasar yang perlu diperhatikan dalam pencatatan relasi sentrik adalah :
1. Kestabilan
2. Hubungan horizontal antar rahang yang tetap
3. Free way space yang memadai
4. Kontak oklusi yang merata
5. Penampilan yang menyenangkan

(Basker,er all., 1994)

Menentukan Letak Hubungan Sentrik dan Vertikal

Banyak hubungan vertical dapat ditentukan antara mandibula dan maksila. Tetapi untuk tiap hubungan vertical tertentu ada satu posisi mandibula yang paling mundur dan untuk perubahan tiap dimensi vertical ada satu hubungan horizontal. Perubahan semacam itu terjadi meskipun kondilus dipertahankan pada posisinya yang paling mundur. Posisi yang paling mundur inilah relasi sentrik untuk dimensi vertical tersebut. Dimensi vertical oklusal harus ditentukan antara kedua rahang pasien tidak bergigi untuk menyediakan jarak antar oklusal yang cukup, dan memungkinkan otot-otot mandibula berfungsi pada panjang fisiologisnya yang optimal.

Pencatatan relasi sentrik harus dibuat pada dimensi vertical oklusal yang telah ditentukan bila digunakan busur wajah tipe rata-rata untuk emendapatkan model terhadap sumbu buka articulator. Hal ini perlu karena sumbu gerakan rotasi buka tutup articulator akan  akan sama dengan sumbu gerakan yang sama pada pasien hanya bila model dipasang pada sumbu engsel transversal fisiologis yang ditempatkan dengan benar. Bila digunakan sumbu engsel yang ditentukan secara kira-kira, jumlah kesalahan yang terjadi pada penambahan atau penurunan dimensi vertical oklusal di articulator tergantung pada hubungan antara lokasi sumbu yang ditetapkan secar kira-kira terhadap sumbu engsel yang sesungguhnya dan besarnya dimensi vertical di articulator. Jadi bila pencatatan relasi sentrik dibuat tepat paa atau mendekati dimensi vertical oklusal yang diingiknan, maka perubahan dimensi vertical di articulator tidak perlu dilakukan dan kemungkinan terjadinya keslahan-kesalahn oleh penyebab ini akan sangat dikurangi

(Zarb, George, et all,1990)

II.3. Fungsi Relasi Sentrik

  1. Agar gigi posterior dapat mencapai hubungan antar tonjol yang sangat tepat sehingga penyimpangan dalam mulut mudah dideteksi. Gigi dengan kemiringan tonjol 30o dapat lebih efektif untuk memeriksa kecermatan hubungan rahang dibandingkan gigi dengan kemiringan tonjol 20o atau 0o. tonjol dengan kemiringan 30o memperbesar kemungkinan kesalahan oklusi.
  2. Merupakan salah satu persyaratan fisiologis untuk memperoleh kenyamanan stabilitas dan efisiensi di dalam rongga mulut.
  3. Agar beberapa tahap prosedur restorasi gigi geligi dapat dipindahkan ke laboratorium. Keakuratan pencatatan interoklusi tergantung dari metode dan bahan yang dipakai

(Yudith, 2003).

II.4. Keserasian Antara Relasi Sentrik dan Oklusi Sentrik

Pemahaman relasi sentrik dipersulit oleh kegagalan untuk membedakan antara relasi sentrik dan oklusi sentrik. Hal ini terjadi karena kesalahan dalam pemakaian kata sentrik, baik dalam relasi sentrik maupun oklusi sentrik. Sentrik adalah  kata sifat dan harus digunakan dengan relasi atau oklusi untuk memberikan arti yang spesifik. Relasi sentrik adalah hubungan antara tulang dan tulang, sedang  oklusi sentrik merupakan hubungan antara gigi geligi atas dan bawah. Setelah relasi sentrik ditentukan, oklusi sentrik dapat dibentuk bertepatan dengan relasi sentrik atau dengan memberikan daerah kontak gigi yang luas dalam posisi ini (yang disebut kebebsasan sentrik/freedom in centric).

Kerancuan juga disebabkan oleh kenyataan bahwa banyak orang oklusi sentrik gigi geligi asli tidak bertepatan dengan relasi sentrik. Pada gigi geligi asli oklusi sentrik biasanya terletak di sebelah anterior dari relasi sentrik, dengan jarak rata-rata 0,5-1 mm. pada orang tak bergigi, tiadanya gigi geligi, dan dengan sendirinya juga tidak ada oklusi sentry, membuat perlunya relasi sentrik digunakan sebagi acuan posisi ini harus bertepatan atau tidak.

Benturan-benturan antara gigi asli pada relasi sentril menimbulkan rangsangan dan respons yang mengarahkan mandibula untuk menjauhi hambatan tersebut dalam perjalanannya mencapai oklusi sentrik. Rangsangan yang diciptakan oleh berkontaknya gigi geligi mencapai oklusi sentrik membentuk pola memori yang memungkinkan mandibula kembali ke posisi ini, biasanya tanpa benturan-benturan gigi.

Bila gigi dicabut, banyak reseptor yang memicu rangsang untuk mengatur posisi mandibula menjadi hilang atau rusak. Karena pasien yang sudah tidak bergigi tidak dapat mengendalikan gerakkan-gerakkan mendibula atau menghindari kontak-kontak oklusal yang membelokkan dalam mencapai relasi sentrik seperti halnya pasien yang masih memilki gigi. Kontak oklusal yang membelokkan mandibula dalam mencapai relasi sentrik menyebabkan bergeraknya basis gigi tiruan dan mengubah bentuk jaringan pendukung atau mendorong mandibula untuk menjauhi hubungan ini. Karena itu bagi pasien-pasien yang tidak bergigi, relasi sentrik harus dicari agar ooklusi sentrik dapat dibentuk serasi dengan relasi tersebut. Hal ini biasanya dapat dilakukan dengan membentuk oklusi sentrik bertepatan dengan relasi sentrik. Namun, pada beberapa pasien perlu ada suatu daerah yang lebih lebar untuk tercapainya kontak stabil di dekat relasi sentrik yang disebut kebebasan dalam sentrik atau sentrik panjang.

(Zarb, George, et all,1990).

II.5. Alat Pengukur Relasi Sentrik

Alat Pencatat ekstra-oral dapat digunakan galengan gigit dari malam atau kompon yang diletakkan pada basis sementara dikombinasikan dengan penujuk titik sentral. Pencatat ekstra-oral yang tanpa penunjuk titik sentral dianggap kurang memuaskan karena meskipun alat ini menunjukkan posisi mandibula yang benar dalam arah antero-posterior, namun tidak mencatat hubungan (superoinferior) maksilomandibular yang benar. Sangat sulit untuk mempertahankan tekanan yang sama pada balok-balok malam atau kompon dengan demikian mengunci hubungan rahang berpedoman pada hasil goresan tanpa penunjuk titik sentral tidak banyak berarti.

Alat-alat pencatat intra-oral. Alat pencatat intra-oral merupakan jarum pencatat yang dipasang di dalam mulut, yang sekaligus bertindak sebagai penunjuk titik sentral. Penunjuk titik sentralnya berujung runcing, dan membuat goresan pada lempeng pencatat yang berhadapan. Lempeng pencatat dapat dilubangi pada ujung goresan anak panah yang diperoleh di dalam mulut, atau dapat pula digunakan sebuah lempengan plastic pada puncak panah tersebut. Lubang tersebut digunakan untuk menahan rahang asien pada posisi mundur saat posisi mandibula difiksasi dengan gips atau bahan lain.

(Zarb, George, et all,1994)

II.6. Keterlibatan Otot Dalam Relasi Sentrik

Relasi sentrik bukan posisi istirahat atau posisi postural mandibula. Guna menggerakkan dan menghentikan mandibula pada posisi tersebut diperlukan kontraksi otot-otot. Namun demikian, aktivitas neuromuscular ini tidak mempengaruhi definisinya.

Perlekatan anatomis dari bagian belakang dan tengah otot-otot temporalis dan suprahioid (terutama glenoideus dan digastrikus), diperkuat dengan penelitian EMG, menunjukkan bahwa otot-otot ini menggerakkan dan menghentikan mandibula dalam posisinya yang paling mundur terhadap maksila. Otot-otot temporalis, maseter dan pterigoideus medial mengangkat mandibula ke posisi vertical tertentu terhadap maksila. Otot pterigoideus lateral hanya menunjukkan sedikit aktivitas bila mendibula berada pada relasi sentrik.

(Zarb, George, et all,1990)

II.7. Hambatan dalam pengukuran Relasi Sentrik

Relasi sentrik telah didefinisikan sebagai posisi kondilus paling mundur di dalam fosa glenoid pada jarak buka tertentu tanpa ketegangan otot-otot. Definisi ini sering disalah artikan karena kata tidak tegang diartikan sebagai tidak adanya tegangan anteroposterior. Sedang seharusnya termasuk pula tidak ada tegangan superoposterior.

Struktur sendi TMJ sedemikian rupa sehingga memungkinkan sendi yang satu bergeser ke bawah oleh tekanan yang tidak sama rata ketika dilakukan pencatatan, walaupun kondilus itu masih tetap berada dalam posisi paling mundur. Keadaan ini tidak dapat terjadi di articulator, sehingga kontak oklusal yang mendorong mandibula untuk menyimpang dari pola geraknya yang normal merupakan sumber  ketidakstabilan, rasa nyeri, dan resorpsi meskipun hubungan-hubungan yang lain benar. Bila rahang bergerak sebagai engsel, hubungan maksilomandibular akan tercatat dengan tepat secara otomatis. Tetapi kondilus bukan engsel, dan mudah bergeser posisinya, hingga dapat terjadi kesulitan. Jaringan pendukung bagi basis gigi tiruan yang dihasilkan dari cetakan yang terbaik pun tidak mungkin menghalangi kerusakan akibat kesalahan relasi sentrik oleh sebab apapun.

Pencatatan-pencatatan sentrik lebih jauh dipersulit oleh kenyataan bahwa jaringan lunak berbeda-beda kekerasannya. Kekenyalan jaringan ini sebagai realeff yang merupakan akronim dari efek kekenyalan dan kemampuan kembali ke bentuk asal. Kekenyalan ini terdapat pada mukosa dan sendi TM. Karena itu tekanan yang berlebihan pada waktu menetapkan hubungan antar rahang harus dihindari, agar tidak menghasilkan pergeseran jaringan lunak secara berlebihan.

Meskipun pencatatan telah dilakukan dengan tekanan seimbang dan sama rata, sering hal ini hilang ketika model dipasang di articulator atau saat gigi tiruan diproses. Beberapa perubahan tidak dapat dihindarkan karena adanya perubahan dalam bahan basis gigi tiruan selama diproses. Karena alasan ini, perlu dicari kembali ke relasi sentrik yang sama dengan cermat setelah gigi tiruan diselesaikan.

(Zarb, George, et all,2002)

Memundurkan Mandibula ke Relasi Sentrik

Salah satu tahap yang paling sulit dan paling penting adalah memundurkan mandibula ke relasi sentriknya. Beberapa kesulitan yang dihadapi adalah biologik, beberapa fisiologik, dan beberapa mekanik. Metode yang digunakan untuk memundurkan mandibula ini dapat digolongkan sebagai cara pasif dan aktif. Pada cara pasif, pasien harus serelaks mungkin dan dokter gigi membimbing mandibula dalam gerakan buka-tutup kecil (gerakan engsel terminal), atau dengan hati-hati mendorong dagu ke posisi mundur. Pada cara aktif, pasien secara aktif memundurkan mandibulanya mengikuti instruksi.

Kesulitan biologis timbul akibat kurangnya koordinasi dalam kelompok otot yang berlawanan ketika pasien diminta untuk menggigit dalam posisi mundur. Tidak sinkronnya otot-otot yang memajukan dan yang memundurkan rahang mungkin disebabkan oleh posisi eksentrik yang telah biasa diduduki oleh rahang sesuai dengan maloklusi yang ada.

Kesulitan psikologis melibatkan dokter gigi maupun pasien. Makin kuat dokter gigi maupun pasien. Makin kuat dokter gigi berupaya mengatasi ketidakmampuan pasien untuk memundurkan mandibulanya, pasien akan makin bingung dan makin sulit mengikuti instruksi yang diberikan oleh dokter gigi. Dokter gigi harus menyediakan cukup waktu untuk melakukan pencatatan relasi sentrik.

Kesulitan mekanis yang dihadapi dalam melakukan pencatatan relasi sentrik disebabkan oleh kurang cekatnya basis galengan gigit yang digunakan dalam pencatatan ini. Basis galengan gigit yang digunakan dalam pencatatan relasi sentrik harus cekat dan tidak berbenturan satu sama lain. Tekanan yang diberikan oleh pasien pada saat mencatat relasi sentrik sulit dikendalikan. Sebaiknya dilakukan dengan tekanan minimal untuk sejauh mungkin mencegah perubahan bentuk jaringan lunak. Hal ini tampaknya sulit dilakukan. Bila diberikan tekanan minimal pada saat pencatatan, hubungan rahang akan dicatat dengan perubahan jaringan yang minimal dan gigi tiruan akan beroklusi secara bersamaan setelah kontak pertama terjadi.

(Zarb, George, et all,2002)

BAB III

KESIMPULAN

  1. Relasi sentrik ialah posisi mandibula paling mundur terhadap maksila pada dimensi vertikal yang telah ditetapkan.
  2. Bermacam-macam metode yang dipakai untuk mencatat relasi sentrik dapat diklasifikasikan sebagai cara static dan cara fungsional. Kedua metode untuk mencatat relasi sentrik tersebut, masing-masing dapat dilakukan secara intra-oral maupun extra-oral.
  3. Faktor dasar yang perlu diperhatikan dalam pencatatan relasi sentrik adalah : Kestabilan, Hubungan horizontal antar rahang yang teta,  Free way space yang memadai, Kontak oklusi yang merata, dan Penampilan yang menyenangkan.
  4. Fungsi pencatatan relasi sentrik adalah : agar gigi posterior dapat mencapai hubungan antar tonjol yang sangat tepat sehingga penyimpangan dalam mulut mudah dideteksi, merupakan salah satu persyaratan fisiologis untuk memperoleh kenyamanan stabilitas dan efisiensi di dalam rongga mulut, dan agar beberapa tahap prosedur restorasi gigi geligi dapat dipindahkan ke laboratorium.
  5. Pada gigi geligi asli oklusi sentrik biasanya terletak di sebelah anterior dari relasi sentrik, dengan jarak rata-rata 0,5-1 mm. pada orang tak bergigi, tiadanya gigi geligi, dan dengan sendirinya juga tidak ada oklusi sentry, membuat perlunya relasi sentrik digunakan sebagi acuan posisi ini harus bertepatan atau tidak.
  6. Hambatan pada pencatatan relasi sentrik adalah : Struktur sendi TMJ sedemikian rupa sehingga memungkinkan sendi yang satu bergeser ke bawah oleh tekanan yang tidak sama rata ketika dilakukan pencatatan, walaupun kondilus itu masih tetap berada dalam posisi paling mundur. Keadaan ini tidak dapat terjadi di articulator, sehingga kontak oklusal yang mendorong mandibula untuk menyimpang dari pola geraknya yang normal merupakan sumber  ketidakstabilan, rasa nyeri, dan resorpsi meskipun hubungan-hubungan yang lain benar, jaringan lunak berbeda-beda kekerasannya dan memundurkan mandibula ke relasi sentriknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s