explorer

INSTRUMENTASI DAN BIOPATOLOGI

JARINGAN PERIODONTAL

Disusun Oleh :

KELOMPOK 2

0     /KG/7986

07/KG/8132    Luise Aminah Najib

07/KG/8134    Mawar Putri Julica

07/KG/8136    Risana Oktaviandari

07/KG/8138    Putu Astrid P. C

07/KG/8140    Fitria Nur Marlita Sari

07/KG/8142    Ilma Yudistian

07/KG/8144    Nuary Paramitha A.

07/KG/8146    Sally Rosita

07/KG/8148    Catharina Ria E.

Fakultas Kedokteran Gigi

Universitas Gadjah Mada

Yogyakarta

2010

Eksplorer

 

Gambar eksplorer

 

 

 

 

 

 

 

Definisi

 

 

 

 

 

 

 

Explorer gigi merupakan armamentarium khusus seorang dokter gigi. Explorer dapat dicari dengan mudah dan tidak memerlukan perawatan khusus kecuali menajamkan ujungnya. Menggunakan explorer tidak dibutuhkan pelatihan tambahan, waktu lebih, prosedur sterilisasi khusus (karena dapat dengan prosedur sterilisasi biasa) atau pelindung khusus. Explorer dapat dengan mudah menunjukan restorasi yang salah misalkan overhanging. Meluasnya popularitas instrumen ini didukung oleh sejumlah konfigurasi yang berbeda tersedia (Hamilton dan Stookey, 2005).

Penggunaan explorer dapat menghemat waktu . Waktu yang digunakan untuk explorer lebih sedikit untuk mendeteksi karies dibandingkan dengan menggunakan alat deteksi karies lainnya.  Untuk mendeteksi dasar yang melunak pada pit dan fissure atau retak hanya membutuhkan waktu 1-2 detik untuk melihat respon pasien. Untuk mendeteksi fissure yang masih keras lebih cepat. Beberapa instumen baru menghabiskan uang ribuan dolar membutuhkan kalibrasi dan pembersih gigi tambahan. Walaupun klaim telah dibuat untuk mendukung   secara kuantitatif alat laser fluorescence dalam mendeteksi karies, masih terdapat beberapa pertanyaan mengenai efektifitasnya (Hamilton dan Stookey, 2005).

 

Bagian – Bagian Alat

Sebuah explorer gigi terdiri dari bagian pengangan (handle), leher (shank) dengan akhiran ujung yang tajam (tip) (Hamilton dan Stookey, 2005).

 

Fungsi

–          Eksplorer dapat digunakan untuk mengetahui letak deposit sub gingival dan area karies.

–          Eksplorer dapat digunakan untuk mengecek kehalusan dari permukaan akar setelah root planning.

(Newman, 2002)

–          Eksplorer dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kalkulus

–          Eksplorer dapat digunakan sebelum scaling dan root planning untuk mengetahui jumlah dan penyebaran dari kalkulus dan irregularitas dari semental

–          Eksplorer dapat digunakan selama dan setelah scaling dan root planning untuk mengevaluasi kelengkapan dari prosedur yang telah dilakukan

–          Eksplorer dapat digunakan untuk evaluasi akhir dari suatu prosedur

–          Eksplorer dapat digunakan untuk mengetahui kekasaran dan kehalusan dari permukaan gigi

–          Eksplorer memiliki design bentuk yang dapat digunakan untuk mendeteksi kalkulus supragingival, kalkulus subgingival, karies, dekalsifikasi, abnormalitas dari morfologi gigi, irregularitas dari permukaan swemental

–          Eksplorer memiliki design bentuk yang dapat digunakan untuk memeriksa kontur dari restorasi gigi

(Pattison, 1992)

 

 

Klasifikasi & Cara Penggunaan

  • 2R/2L

Explorer yang berbentuk kurva dengan shank dan ujung kerja yang lebih pendek. Explorer ini ideal untuk penilaian awal dari kondisi pasien karena dapat beradaptasi pada permukaan proximal dan anatomi akar dalam semua kedalaman poket mengingat bahwa semakin dalam sebuah poket maka semakin tidak efektif sebuah instrumen dalam NSPT.

  • Desain #3A

Sangat baik untuk mendetaksi poket yang dalam pada permukaan bukal dan lingual dari gigi posterior, anterior,dan furkasi. Keterbatasannya terdapat pada desain shank dan ujung kerja yang lurus yang berarti bahwa adaptasi pada permukaan gigi yang membelok menjadi sulit.

  • Right-angled explorer atau poket feelers (#17 dan tipe orban)

Didesain untuk mendeteksi deposit kalkulus yang halus pada poket yang dalam, untuk mengeksplorasi jumlah dan konfigurasi kalkulus, dan untuk mengeevaluasi hasil debridement karena pembuangan kalkulus yang menempel pada cementum. Shank yang halus, panjang, dan kadang tipis pada instrumen tipe orban membuatnya mudah menjangkaupoket periodontal yang sempit juga dalam. Secara bersamaan desain right-angle dari ujung kerja menuju shank dan ukuran ujung kerja yang pendek (2mm) membatasi keefektifitasannya pada penilaian kalkulus awal dimana deposit mungkin besar dan tersebar. Juga sulituntuk mengadaptasikan #17 pada permukaan akar posterior proksimal karena shank yang kurus dan sedikitnya kurvatur antara shank dan ujung kerja. Semua tipe instrumen right-angle tidak efektif untuk menangani permukaan proksimal karena shank yang lurus dan ujung yang pendek. Sehingga kontraindikasinya adalah termasuk kedalaman sulkus normal, deposit kalkulus banyak, dan permukaan proksimal.

  • Desain 11/22

Mirip dengan curet yang spesifik pada area mesial posterior, sehingga adapatasi nya mirip dengan gracey 11/12 curet, memiliki karakteristik permukaan universal (juga semua explorer) yang berarti dapat beradaptasi pada semua permukaan gigi dengan menggunakan sisi manapun dari ujung kerja. Explorasi pada quadrant atau sextant pada aspek bukal dilakukan denag satu sisi explorer; sehingga, permukaan lingual di eksplorasi dengan ujung satunya. Shank yang multicurved dan bagian belakang membulat memberikan perpanjangan ke subgingival bahkan bila tone jaringan tepat. Kekuatan dari 11/12 termasuk adaptasi pada furkasi dan poket dengan kedalaman menengah, terutama yang terletak pada permukaan mesial. Ujung kerjanya pendek (3mm), namun mempengaruhi adaptasi pada permukaan proksimal dekat cervix pada daerah posterior. Kekurangan terbesarnyadalah ketidakmampuan untuk mencapai midline, terutama pada permukaan distal pada gigi posterior. Untuk dapat mencapai midline, pemegangan instrumen harus dimiringkan menjauhi area kontak.

(Hodges, 1998).

 

Kelebihan

Ekplorer mempunyai tangkai yang fleksibel sehingga selain membantu dalam mendeteksi kalkulus supragingiva, juga dapat mendeteksi kalkulus subgingiva yang berada di bawah batas gingiva dan tidak dapat terlihat oleh mata. Bentuknya juga bermacam-macam disesuaikan dengan fungsi dan lokasi dari kalkulus. Ekplorer juga dapat digunakan untuk memeriksa permukaan gigi yang terdapat kalukulus, adanya dekalsifikasi dan lesi karies, anomali gigi, dan gambaran anatomi gigi seperti grooves, curvatures, atau root furcations (Gehrig, 2008).

 

Kekurangan

Eksplorer mempunyai design yang bermacam-macam, dan terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu: Supragingiva instrument dan sub gingiva instrument. Kedua Alat tersebut tidak dapat digunakan secara bergantian. Maksudnya adalah untuk supragingiva instrument tidak dapat digunakan untuk kalkulus subgingiva, seperti salah satu contohnya adalah shepherd hook ekplorer. Design tersebut adalah salah satu design dari eksplorer supragingiva, sehingga sangat tidak direkomendasikan untuk penggunaan subgingival karena ujung daripada eksplorer tersebut dapat melukai jaringan lunak pada dasar sulkus atau poket (Gehrig, 2008).

 


 

Daftar Pustaka

Gehrig, Nield and Jill S.,2008, Fundamentals of Periodontal Instrument and Advanced Root Instrumentation, Lipincott Williams and Wilkins, Philadelphia.

Hamilton, J. C. and Stookey G., Should a dental explorer be used to probe suspected carious lesions?, J Am Dent Assoc 2005;136;1526-1532, US Patent, Available at: http://www.freepatentsonline.com/4048723.pdf

Hodges K., 1998, Concepts in Nonsurgical Periodontal Therapy, Thomson Learning, USA.

Newman, MG, Takei, HH, Carranza, FA., 2002, Clinical Periodontology, W.B. Saunders company, Philadelpia.

Pattison, AM and Pattison, GL., 1992, Periodontal Instrumentation, 2nd edition, Prentice Hall International inc., Connecticut.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s