myofacial pain

Definisi nyeri yang diusulkan oleh  the Subcommitte on Taxonomy of the International  Association for the Study of Pain  menyatakan bahwa nyeri merupakan sensasi dan  pengalaman emosional yang tidak menyenangkan yang diikuti gangguan atau kerusakan jaringan.8  Secara fisiologis nyeri adalah suatu mekanisme protektif tubuh yang timbul bila suatu jaringan sedang dirusak, sehingga individu yang bersangkutan berusaha menghindar, melarikan diri dan atau melawan.9  Meskipun nyeri pada mulanya merupakan proses  fisiologis, namun pada akhirnya akan bersifat patologis, apabila tubuh tidak mampu  mengatasi atau melawan rangsang yang merugikan tersebut, sehingga mempengaruhi fisik  dan mental individu yang bersangkutan. 10

Terdapat 2 komponen nyeri, yaitu persepsi nyeri  dan reaksi nyeri. Persepsi nyeri adalah pengenalan usat nyeri di otak terhadap rangsangan nyeri. Biasanya digambarkan oleh pasien sebagai nyeri tajam, linu atau rasa tidak nyaman.  Reaksi nyeri adalah proses individu bereaksi terhadap proses persepsi nyeri yang telah mendahuluinya. Reaksi nyeri bervariasi pada tiap individu.9 Etiologi Sindroma Nyeri Miofasial Travell dan Simons 13  telah menjelaskan beberapa faktor  etiologi yang tampaknya  berhubungan  engan rasa sakit miofasial: 1) Rasa sakit otot lokal. Otot yang mengalami rasa sakit yang erkepanjangan memungkinkan untuk menghasilkan titik pemicu dan kemudian  menghasilkan tanda-tanda klinis pada nyeri miofasial. 2) Rasa sakit yang dalam dan konstan.  Sakit yang dalam dan konstan dapat menyebabkan efek eksitator (perangsangan) sentral pada  area yang jauh. Iika efek eksitator sentral melibatkan sebuah neuron eferen (motorik), du tipe efek otot dapat ditemukan, ko-kontraksi protektif atau pengembangan titik pemicu.  Ketika sebuah titik pemicu berkembang, ia menjadi sebuah sumber dari rasa sakit yang dalam dan dapat menghasilkan efek eksitator sentral tambahan. Titik pemicu sekunder ini disebut  titik pemicu satelit. Perluasan ini pada kondisi nyeri miofasial mengkomplikasi diagnosa dan  penanganannya. 3) Stres emosional yang meningkat. Stres emosional yang meningkat dapat  secara hebat menimbulkan nyeri miofasial. Ini dapat timbul karena aktivitas yang meningkat dari neuron eferen gamma pada spindel otot atau oleh peningkatan yang tergeneralisir pada   aktivitas sistem nervus simpatis. 4) Kelainan tidur. Penelitian-penelitian menyebutkan bahwa  kelainan dari siklus tidur yang normal dapat menyebabkan simtom musculoskeletal. 5)  Faktor-faktor lokal. Beberapa kondisi lokal yang mempengaruhi aktivitas otot seperti  kebiasaan, sikap badan yang salah, keseleo, dan aktivitas otot yang berlebihan dapat  menghasilkan nyeri miofasial.  6) Faktor-faktor sistemik. Beberapa faktor sistemik dapat mempengaruhi atau bahkan menghasilkan nyeri miofasial. Faktor-faktor sistemik seperti  hipovitaminosis, kondisi fisik yang rendah, lelah, dan infeksi virus. 7) Mekanisme titik  pemicu idiopatik. Penyebab pasti dari titik pemicu belum ditentukan.

Nyeri myofascial dapat di dideteksi dengan EMG jarum pada miofascial trigger point yang berukuran kecil beberapa milimeter saja (tidak terdapat pada semua otot) 28  Mediator kimiawi substansi endogen seperti serotonin( dilepas dari platelet),  bradikinin( dilepas dari belahan precursor plasma molekul kallin) dan Kalium (yang dilepas dari sel otot),  SP dan CGRP dari aferens otot berperan sebagai stimulan sensitisasi terhadap nosiseptor otot skelet. Jadi dianggap yang lebih sahih pada saat ini adalah peran miofascial terhadap timbulnya tension type headache.

7. Smith S. Atlas of Temporomandibular Orthopedics. Philadelphia: Philadelphia College of

Osteopathic Medicine Press. 1981.

8. Bell WE. Orofacial Pain Classification, Diagnosis, Management. 4

th

ed. Chicago: Year

Book Medical Publisher, Inc. 1985.

9. Bond MR.  Pain Ifs Nature, Analysis and Treatment.  2

nd

Ed. Edinburhg-LondonMelbourne-New York: Churchill Livingstone. 1984.

10. Guyton AC.  Fisiologi Kedokteran II. Edisi kelima. (Terjemahan Adji Dharma dan P.

Lukmanto). Jakarta: EGC Penerbit Buku Kedokteran. 1983.

11. Pertes      RA,      Gross      SG.      Clinical Management    of    Temporomandibular

Disorders  and Orofacial Pain.   Illinois: Quintessence Publishing Co, Inc. 1995.

12. Shankland W. TMJ & facial pain centre. 2005. Available at http://www. drshankland.

com (diakses 10 oktober 2006).

13. Travel JG, Simon DG. Myofascial Pain and Dysfunction, The Trigger Point Manual, Vol

1, The Upper Extremities. Baltimore: Williams & Wilkins 1983.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s