PASTA GIGI UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT PERIODONTAL

Beberapa jenis bakteri bertanggung jawab terhadap infeksi periodontal, seperti Actinobacillus actinomycetemcomitans, Fusobacterium nucleatum, Tannerella forsythensis (Bacteroides forsythus), Porphyromonas gingivalis, Prevotella intermedia dan spirochetes. Bakteri tersebut dapat ditemukan pada gingiva sehat, dengan jumlah sedikit sebagai flora normal dalam sulkus gingiva (Newman dkk., 2006). Bakteri anaerob tersebut juga dapat ditemukan di area lidah,bukal mukosa, plak supragingival, plak subgingival, saliva, dan tonsil. Pada pasien dengan akumulasi plak dari sedang hingga berat, bakteri saliva dapat menggambarkan bakteri yang dapat ditemukan pada dental plak (Wilson dan Kornman, 2003). Kunci patogenitas dari bakteri tersebut dari kemampuan bakteri tersebut dalam menghasilkan faktor virulensi apabila bakteri tersebut hadir dari jumlah melebihi normal(Newman dkk., 2006).
Pasta gigi yang memiliki fungsi sebagai agen terapeutik Menyikat gigi dengan menggunakan metode bass dengan bantuan pasta gigi yang mengandung atibakteri dapat menghilangkan plak subgingiva sedalam 1,5 mm pada area bukal dan sedalam 0,5 mm pada area interproksimal (Taylor dkk., 1995) . Diharapkan dengan adanya bantuan dari agen bakteri dalam pasta gigi dapat mengurangi jumlah bakteri penyebab penyakit periodontal sehingga tetap terjaga keseimbangan flora normal dalam rongga mulut . Agen bakteri tersebut juga dapat mencegah terbentuknya koloni bakteri penyebab penyebab periodontal sehingga tidak melepas faktor virulensi yang dapat memperparah penyakit periodontal.

PASTA GIGI UNTUK MEMBANTU MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN PERIODONTITIS
Penyakit periodontal merupakan penyakit infeksi disebabkan oleh plak. Oleh sebab itu terapi periodontal bergantung pada prosedur menghilangkan infeksi tersebut. Saat ini banyak klinisi menggunakan kombinasi agen kemoterapeutik pada terapi periodontal non bedah (Lin, dkk., 2010). Terapi scaling dan root planing tidak selalu efektif menghilangkan mikroorganisme subgingival. Perawatan tambahan dengan menggunakan agen antibakteri diperlukan untuk menangani infeksi periodontal secara penuh (Rose dan Mealey,2004). Pasta gigi dikenal sebagai agen kosmetik atau agen terapeutik, pasta gigi sebagai agen kosmetik berfungsi untuk menghilangkan debris, memberi sensasi segar dan aroma nafas yang sedap, seperti menghilangkan halitosis sementara. Pasta gigi sebagai agen terapeutik memiki fungsi untuk mengurangi beberapa proses penyakit dalam mulut, dapat berupa karies, gingivitis, formasi kalkulus dan gigi sensitif (Fishman dan Yankell, 1999).
Bahan tambahan minyak atsiri sebagai agen bakteri dalam pasta gigi dapat menghambat plak selama periode maintenance setelah penelitian selama 28 minggu pada pasien periodontitis (Bruhn, dkk., 2002). Selama periode maintenance pasta gigi dapat berfungsi untuk menurunkan perkembangan penyakit atau menurunkan bertambahnya kehilangan perlekatan jaringan periodontal (Ellwood dkk., 1998 sit Bruhn dkk., 2002). Penggunaan pasta gigi mengandung antibakteri mampu menghambat kerusakan perlekatan jaringan periodontal pada penderita periodontitis khususnya pada penderita yang tidak mendapatkan terapi periodontal supportive seperti scaling dan root planning (Teles, 2008). Pasta gigi dengan antibakteri juga dapat mengurangi bakteri subgingiva setelah terapi fase 1 pada penderita periodontitis (Teles, 2008). Pasta gigi dapat mencegah pertumbuhan microbiota subgingival Setelah terapi fase 1 penyakit periodontal, hal ini mampu mencegah terjadinya recurent periodontis (lindhe dkk., 1997). Pasta gigi dengan antibakteri juga dikatakan mampu menurunkan kontaminasi bakteri penyebab penyakit periodontal yang ditemukan di sikat gigi pada penderita periodontitis (Quirynen dkk, 2003).
Pasta gigi herbal paradontax bertujuan untuk mencegah dan mengobati penyakit periodontal dengan berbagai kandungan zat aktif baik antiinflamasi dan antibakteri. Pasta gigi ini digunakan pada penderita gingivitis. Pasta gigi ini mengandung 5 sari tumbuh-tumbuhan yang dilengkapi dengan garam Sodium bicarbonate dan Fluoride: Echinacea dan Chamomile berfungsi sebagai anti radang. Sage berfungsi sebagai anti bakteri. Myrrh dan Rhatany berfungsi sebagai astringent yang akan memperkuat jaringan gusi sehingga tidak mudah terserang bakteri. Sodium bicarbonate untuk menetralisir asam. Fluoride untuk menjaga kesehatan gigi.
(http://www.cobradental.co.id/shop/shop_detail.php?detail_id=240)
Pasta gigi dengan bahan anti mikroba mampu berdifusi kedalam poket periodontitis dapat membunuh bakteri penyebab penyakit periodontitis. Dengan menurunnya jumlah bakteri tersebut diharapkan mampu membantu mempercepat penyembuhan penyakit periodontal dan mencegah recurent penyakit periodontal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s